RANUM AMERTA [On Going]

RANUM AMERTA [On Going]

  • WpView
    Reads 501
  • WpVote
    Votes 224
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 26, 2021
"Dia dingin, namun entah kenapa aku selalu merasakan kehangatan bila didekatnya." _Hanum Amerta_ "Nama kamu Raga Adiwarna kan?" "Feeling aku kamu itu bakal jadi Raganya aku. Kamu mau 'kan jadi Raganya aku? Dan aku bakal mengisi sebagai jiwanya." _____ Hanum Amerta, gadis cantik, periang serta murah senyum yang telah menjatuhkan hatinya kepada sosok Atlet Bela diri.Ternyata selama ini kehidupannya penuh dengan teka-teki dan pertanyaan-pertanyaan. Salah satunya, Raga Adiwarna. Si cowok dingin yang selalu hadir ketika Hanum kenapa-napa. "Kata orang, dia yang paling terlihat khawatir ketika terjadi sesuatu kepadaku." Dibalik itu semua, sifat aslinya akan kembali dingin, suka marah, dan seakan membenci Hanum. "Meskipun kamu belum menggandeng tanganku, padahal aku berada disampingmu. Percayalah, saat ini aku sedang berusaha untuk menggapaimu-" __________ "Raga, kapan kamu cinta sama aku?" "Nanti gue bilang kalau cinta." _________ "Gue peduli, belum tentu gue cinta!" Kata Raga. "Lalu kapan kamu bisa cinta sama aku?" ________ Lantas apa reaksi Hanum ketika dia sudah tahu jawaban dari teka-teki dan pertanyaannya selama ini. Tentang Raga Adiwarna dan Ada satu hal yang belum ia ketahui tentang dirinya. Tanpa dipungkiri cowok itu lebih dulu mengetahuinya daripada dirinya sendiri. "Jadi kamu tahu semuanya Raga?" "Iya." "Kenapa? Kenapa kamu, sama mereka tega nyembunyiin semuanya dari aku?" "Maaf." __________ "Aku nyerah aja ya? Kamu gak perlu lagi urusin aku. Aku gak mau buat kamu susah. Kamu berhak bahagia." "Ngomong apa sih lo?! Gue bahagia sekarang." "Kenapa lo nyerah? Apa artinya gue selama ini buat lo, hah? Gue selalu ada buat lo. Jangan nyerah ya?" _________ "Hanum please jangan bikin gue prustasi!" "Aku akan ngecewain kamu. Aku gak bisa janji untuk terus bertahan. Apa kamu bisa yakinin aku? Kalau pertemuan gak akan ada perpisahan? Enggak kan? Cepet atau lambat itu akan terjadi." Let'go to reading!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Im Yours.
  • Maina & Maxim
  • My Protector
  • Just Best Fri(end)
  • STUCK
  • Ar'Gatha (selesai✔)
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • Bisnis Jalan Perasaan Nyasar [BL]
Im Yours.

"Percintaan itu memuakkan," ujar Aleena Gasha Zinantya. "Gak punya pacar tapi punya support system itu asik," ujar orang lain yang berakhir terikat dengan hubungan 'kekasih', Aruna Rumantara. "Jomblo itu asik," ujar seorang lain yang tetap menjomblo hingga saat ini, Kiana Sataryana. "Mau punya pacar, tapi selera gue terlalu di luar nalar," ujar satunya lagi yang meratapi nasibnya, Havina Laksadinata. *** Klimaks of the their Love Story "Gue gak sempurna." => "Gue gak butuh lelaki sempurna. Gue butuh lelaki yang menyempurnakan wanitanya." -Gasha. "Maaf, aku gak cocok buat kakak." => "Gak ada manusia yang cocok sama gue. Itu semua tergantung penilaian mereka mengenai gue sama lo. Gue ngerasa cocok sama lo. Jangan anggap lo gak cocok sama gue." -Aruna. "Gue, seneng kenal lo." => "Gue lebih seneng lagi kenal sama lo, kebih dari seneng. Bahkan kalau gue bisa ambil bintang, gue ambil sekarang juga buat lo." -Kiana. "Stop, semua berakhir. Gue ga pantes lagi buat lo." => "Pernah gue bilang? Lo gak pantes dimana? Lo yang punya hati gue, lo yang pantes milikin gue, buang segala insecure lo dan cerita ke gue, kenapa." -Havina. *** --Baca aja, aku ga bisa bikin deskripsi.-- •Mengandung bahasa kasar. Baik deskripsi ataupun kalimat, karena emang gue bukan orang yang ramah. Kalau lo gak suka, silahkan hengkang. •Nonbaku. •Jika tidak cocok dengan cerita, silahkan hengkang. •Boleh berkata kasar di kolom komentar, asal tidak membawa dalam dunia nyata. •Tolong Voment, biar aku semangat update. •Sorry for Typo. Typo bertebaran, harap dimaklumi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines