Kabut Rinjani

Kabut Rinjani

  • WpView
    Reads 236
  • WpVote
    Votes 115
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 23, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Kanaya Rinjani Sarasvati gadis pecicilan yang punya wajah cantik dan juga otak yang cantik. Rinjani suka dengan salah satu laki laki disekolahnya tepatnya sebelah kelasnya. Ya tetangga kelas Rinjani, bisa dibilang Rinjani adalah penganut slogan "tetanggaku idolaku". Iqbal Semeru Anakarsa. Biasa di panggil Iqbal namun Rinjani memanggilnya Semeru. Laki laki itu yang ditaksir Rinjani, gadis ini tak segan segan mengatakan jika dia suka kepada Semeru, walaupun pada akhirnya sering mendapat perkataan yang tak sehat untuk hatinya. "Ngapain ngikutin?" Tanya Semeru. "Kenapa? Gak boleh yah?" Semeru hanya menganggukkan kepalanya. "Masa ngikutin calon suami aja gak boleh?" Kata Rinjani. Semeru menyentil kepala Rinjani. "Pikiran lo tu, jangan ngikutin gua kalau lo ngikutin gua, lo mungkin gak akan turun lewat tangga lagi" kata Semeru "Terus lewat apa?" Tanya Rinjani polos "Ya lo terbang bebas dari atap, gua yang bakalan dorong lo" kata Semeru santai. Enak saja Semeru dikira anak orang apaan main dorong dorong aja. "Ya gampang lah, kalau kamu dorong aku--aku bakalan tarik tangan kamu jadinya kita sama sama jatuh" kata Rinjani. Note : Plagiat itu bukan sebuah tindakan terpuji!!!
All Rights Reserved
#44
rinjani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • DANADYAKSA
  • MEISYA
  • dimana janji tersebut
  • Because I'm Stupid (End)
  • U'RE MINE [END]
  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • GRIZLEN {On Going}
  • AILAH(END)✅
  • Aku Adalah Lukamu

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines