Universum

Universum

  • WpView
    Reads 3,472
  • WpVote
    Votes 222
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 15, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Highschool
Slice of Life
Slow Burn
DALAM REVISI, BEBERAPA BAB MUNGKIN BELUM DIPUBLIKASIKAN KEMBALI [Universum] Mereka tumbuh berdampingan. Tahu perasaan masing-masing hanya dengan satu tatapan. Berjalan bersebelahan, saling diam menatap langit malam. Luna ingin menjadi gadis yang hadirnya dapat membuat Dirga merasa lebih baik, lupakan sejenak masalah yang datang menyudutkan dirinya. Namun selayaknya mendung yang datang ketika hati merindukan bulan, Dirga sering kali tak mengindahkan kehadiran Luna. Hingga, rentetan kejadian yang terjadi di kemudian hari akhirnya menyebabkan keduanya dapat tersenyum. Bahkan tertawa bersama. Namun sayang, ketika tawa Luna menjadi melodi favorit Dirga, badai datang di tengah angkasa. Badai datang, berniat memorak-porandakan posisi bintang serta bulan. Akankah semuanya bertahan untuk tetap tegak di posisinya? Atau, ada bintang dan bulan yang pergi meninggalkan angkasa? "Luna, maaf." -- Tentang dia, angkasa yang menjaga bulannya. -- Cover edited by @Najla_RL Cerita kedua dari saya di luar ganre Fiksi Penggemar Start: 21 Agustus 2021 Finish: 11 Februari 2022 --
All Rights Reserved
#301
dirgantara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tiga Belas Misi ✔️
  • BULAN [END]
  • BULAN [Selesai]
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • Fomalhaut the Lonely Star (TAMAT)
  • BINTANG&BULAN
  • Bulan
  • Pesawat Kertas [SELESAI]✔
  • DHIRENDRA (LENGKAP)

"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines