Why Should Be Me [ Tamat ]

Why Should Be Me [ Tamat ]

  • WpView
    LETTURE 5,193
  • WpVote
    Voti 2,315
  • WpPart
    Parti 53
WpMetadataReadCompleta ven, set 10, 2021
> Follow dulu yah, karena sewaktu-waktu cerita ini akan di privat< Di benci oleh orang tua sendiri! Di bully! Di Teror! Di ancam! Di jadikan bahan taruhan! Dan ingin di bunuh! Siapa yang akan tahan jika menjalani hidup seperti itu? Yah, Dia Belva Amaria. Dia adalah seorang gadis remaja yang tidak pernah merasakan yang namanya bahagia. Dia hidup dengan tekanan batin. Dia bahkan tidak pernah melihat dunia luar kecuali sekolah. Setiap hari, dia menjalani hari-harinya tanpa senyuman. Apakah dia bisa melanjutkan hidupnya, atau malah mengakhiri hidupnya? Atau apa mungkin ada yang datang menyelamatkannya? Kalau kalian penasaran, bacalah .... Dan jangan lupa follow ya karena masih banyak cerita lainnya yang akan menyusul.
Tutti i diritti riservati
#72
belva
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Nathalea
  • Hiraeth || Huang Renjun (SUDAH TERBIT)
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Thalia
  • I Life In Your Body✔
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • The Valeska School
  • Rembulan Dan Seisinya
  • Love or Life
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti