Dari Ara : Setelah Hujan

Dari Ara : Setelah Hujan

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 6, 2022
"Ngapain lo di sini!?" Tanya lelaki itu terdengar jelas menggema. Menghentakkan kesadaran Ara. Ara menggerjap kaget, ia mendongak ke atas mendapati lelaki yang sedang ia perhatikan menatap ke arahnya. "Anu, gue c-cuma..." "Nguping?" "Enggak! Gue nggak sengaja lewat aja." "Denger apa aja lo?" Ara menggeleng. Lelaki itu semakin menatap tajam. Kaki Ara terasa seperti jelly. Salivanya semakin susah ditelan, bahkan saat lelaki itu berbicara penuh tekanan sekaligus ancaman. "Sampe gue denger mulut lo ember, abis lo sama gue!" Sejak saat itulah, Ara si gadis polos ceria harus terseret ke dalam dunia Nathanael. Lelaki yang terkenal berandal seantero sekolah. Sejak saat itu juga, Ara menyesal telah terlambat pulang. Andai waktu bisa diulang, ia ingin hidup seperti biasanya. Tak bertemu dengan Nathan, tak mengenal lelaki tersebut, dan juga tak mengenal apa itu luka. Namun, apa yang bisa disesali dari takdir. Semua berjalan dengan sendirinya--- diluar skenario.
All Rights Reserved
#145
ongoing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • Fall in Love with Gangster Boy (END)
  • Sayang
  • Hopeless
  • Adek Kelas ✔ [COMPLETED]
  • CACING PITA
  • Persona
  • Rekal Rara [END]
  • ATHALARIQ
  • DRABIA [END]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines