Rewrite Her Destiny

Rewrite Her Destiny

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 25, 2022
TIttari Nawasena. Ketika semilir aliran hening tak kasat mata mengudarakan sayap kecil rapuh yang baru keluar dari persinggahan lelapnya, elok terik cahaya jingga bersaksi pada makhluk mungil pemberani yang bertekad bulat untuk menaklukan kabut di permadani biru yang menyelimuti alas hijau yang dipijak. Mencari-cari jawaban tentang alasannya diciptakan dan mengapa dirinya hidup menjadi salah satu spora jamur. Terasingkan dari tanah kelahiran dan tumbuh di lingkungan antah-berantah. Namun, menenggelamkan tanda tanya dalam benak hanya membuatnya seperti berjalan di tempat, Lelah dan hilang arah. Tersapu ombak, terombang-ambing di antara keramaian massa. Ke mana arah akhir ini menuju? Petanya ada dalam diri. Temukan saja serpihannya di sekitar. Cahaya akan mengejar dan rumah mencarinya kembali.
All Rights Reserved
#11
secretlife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING]
  • Love With Ghost
  • OBOR PITU
  • Land of Youth
  • Memeluk Hujan
  • HYUNA'S LIFE
  • The Next Guardian
  • Jejak bayang
  • The Dark Side(END)
  • Haluan Takdir (With Seanna) [END]

[FOLLOW SEBELUM BACA] CERITA ORIGINAL HANYA ADA DI AKUN : moonskyther, selain itu berarti PLAGIAT. BLURB : Kehidupan selalu memiliki misterinya sendiri, dengan rasa sakit atau dengan rasa bahagia ia menciptakan segelintir karakter manusia. Beberapa manusia mungkin dapat berdamai dengan hidupnya, dengan masa lalunya yang kelam, melanjutkan aktivitas hidup seperti biasa. Namun, itu tidak berlaku untuk manusia yang hidupnya telah tragis bahkan sejak ia masih kecil. Rasanya, hidup bagai badai yang selalu mencekamnya. Ia masih hidup, namun jiwanya telah lama mati. Ia masih berenang, namun jauh di dalam dasar sana ia telah lama tenggelam. Manusia tidak pernah sembuh perihal luka dan trauma. Mereka selamat dari kecelakaan, namun telah sepenuhnya cacat seumur hidup. Tapi sekali lagi, dunia terlalu jahat untuk manusia menjadi lemah. Dunia terlalu jahat untuk manusia yang tidak sedikitpun mempunyai alasan untuk tertawa ditengah telah berdarah-darah hidupnya. Alasan-alasan kecil untuk tetap bertahan hidup, bagai sebuah pondasi untuk pertahanan diri. Semua orang memiliki alasan bertahan hidup yang berbeda, untuk sekedar selalu menikmati segelas es kopi di pagi hari, atau untuk sekedar dapat berkunjung ke tempat yang ingin dinikmati. Hal itu yang selalu terlintas dalam benak seorang Aryan, dengan mimpinya yang selalu ingin melihat indahnya hamparan air danau Como. "Setidaknya sekali dalam hidup, aku ingin membawa diriku, aku ingin memuja mataku untuk melihat keindahan danau Como, itu inginku setidaknya sebelum aku melebur menjadi tanah." - Aryan Bagaskara Adhiwijaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines