KITA
  • WpView
    LECTURAS 30
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, sep 27, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Semua baik - baik saja sebelum pengumuman itu. Semua terasa bahagia sebelum hari itu . Semua terasa damai sebelum kita mendapatkan kata yang berbeda, aku mendapatkan kata "SEMANGAT" dan kamu mendapatkan kata "SELAMAT" . Dan setelah hari itu kita beda , beda jalan dan tujuan. Pendidikanmu yang terselamatkan dan pendidikanku ....ahh susah untuk di jelaskan. Mulai saat itu hanya rasa khawatir dan gelisah yang menghantuiku .aku takut kamu berpaling hanya karena mengenal orang baru dan lingkungan baru, konyol bukan? . Tapi memang itu keadaan yang sebenarnya . Di satu sisi aku juga kecewa karena tidak dapat melanjutkan pendidikan . Aku tau di depan sana ada yang menanti ku, ada yang Tuhan persiapkan untukku. Doa kan saja yang terbaik untukku dan hubungan kami . Memang terdengar alay dan lebay tapi memang seperti itu. Mari ikuti kisah ku dan kekasihku dan bagaimana kelanjutan hubungan kami yang di batasi oleh pendidikan. maaf kalau masih banyak kekurangan ,soalnya ini cerita pertama aku. mohon bantuannya ya. aku juga Nerima saran dan kritik dari kalian.
Todos los derechos reservados
#709
sayang
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Don't Talk About Money
  • Assalamualaikum Cinta
  • Hadiah Terbaik Dari Allah
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • TRAUMA
  • My Promise
  • KETIKA HATI HARUS MERELAKAN
  • JAUH DIMATA DEKAT DIDOA

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido