Jabat Jemari

Jabat Jemari

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 12, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Tidak semua yang dipertemukan akan disatukan, sebagian hanya jadi petualangan saat kelelahan menetap. Dibawah basah langit abu-abu cerita bermula. Jemari yang saling melindungi dari hujan membuat kontrak untuk menciptakan bahagia. Jemari ku meminta bertahan lama. Jemari nya meminta menari bersama hujan. Apa cinta ibarat pancuran air saat hujan? Langkah kaki semakin jauh melangkah. Dan tangan semakin erat berjabat. Doa-doa menjadi permintaan yang dalam Tapi semesta punya restu yang tidak akan terlewatkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Rain
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • HIJRAH UNTUKMU
  • • EUTANASIA •
  • ROMANSA KATA
  • Complicated | Halilintar x Reader

Dua remaja. Dua keyakinan. Satu perasaan yang tumbuh diam-diam... lalu meledak diam-diam. Di balik tatapan mata yang saling mencari, ada rahasia yang tak bisa diucap. Di antara langkah-langkah mereka yang tampak biasa, ada jalan terjal yang tak terlihat oleh siapa pun. Ini bukan kisah cinta biasa. Jere dan Wulan dipertemukan oleh sesuatu yang tak bisa dijelaskan, namun dipisahkan oleh kenyataan yang terlalu jelas untuk diabaikan. Mereka mencoba melawan-kadang dengan keberanian, kadang hanya dengan harapan. Tapi semakin mereka mendekat, dunia seperti menarik mereka menjauh. Setiap pertemuan menyimpan luka tersembunyi. Setiap keputusan menyisakan jejak yang tak kasat mata. Mereka saling mencintai, tapi juga saling menyakiti... karena cinta mereka berjalan di tepi jurang yang rapuh. Dan yang paling misterius dari semuanya: Apakah perasaan itu nyata? Atau hanya bayangan dari sesuatu yang pernah mereka miliki-dan sudah lama pergi? Di balik setiap dialog, setiap diam, setiap janji yang tak pernah selesai diucapkan... ada teka-teki besar: Apakah cinta memang cukup untuk menyatukan dua jiwa yang ditakdirkan berbeda sejak awal? Atau justru cinta-lah yang akhirnya menghancurkan mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines