Little girl

Little girl

  • WpView
    Reads 260
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 11, 2021
"Tidak semua cerita sedih berakhir dengan bahagia" Gadis kecil itu bernama Adelisa chimyka dia seorang yang cerdas dan berbakat,hanya saja dia tidak pernah di beri kesempatan untuk menunjukannya,dia selalu menjadi figuran di setiap cerita yang ada,bahkan mungkin saja dia hanyalah pemeran tambahan dalam ceritanya sendiri. "Bahkan dalam hal kecil saja kamu tak bisa melakukannya,untuk apa kau disini?!kau hanya membuat ku muak saja,selera makanku selalu hilang setelah melihatmu,kau benar-benar anak tidak berguna!" "Lihat dia!Dia gadis yang sangat malang,untuk apa dia datang kemari?hanya mengganggu pemandangan saja!" "Dia benar-benar menjijikan,kau tau betapa bodohnya dia?dia bahkan tak bisa membela dirinya sendiri!" "Kau lihat dia?!dia gadis yang paling bodoh dan buruk yang pernah aku temui" Kata demi kata,makian serta cacian selalu menyapa paginya,tak ada yang dia rasakan,hatinya sudah terlalu beku Jika kau tanya padanya apa yang dia inginkan saat ini,dia hanya menginginkan ketenangan dan menghilang,hanya itu. Gadis itu terlalu kecil menerima setiap kenyataan yang ada,tak ada seorang pun ingin berada di posisi ini.
All Rights Reserved
#38
freind
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear of Natasya
  • ANGEL (END)
  • Look At Here (Slow Update)
  • RAPUH
  • RAPUH!
  • Naura & Lukanya
  • LET IT BE  [ 'Cause She Was Tired.]
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • Waktu?
  • Not The Wrong

"Aku tersenyum bukan karena bahagia, tapi karena aku tak ingin kalian melihat aku runtuh." - Natasya Kirana Maharani Natasya Kirana Maharani, seorang gadis 14 tahun yang tampak ceria di luar, menyimpan lautan luka di dalam dirinya. Ia hidup di antara ketiadaan kasih sayang keluarga, dikhianati oleh satu-satunya cinta yang ia percayai, dan terjebak dalam gelapnya lorong kesehatan mental yang terus menghantuinya. Meski dunia seperti runtuh, Natasya masih bisa tersenyum. Ia mendirikan komunitas kecil di sekolah bernama Langit yang Menangis Diam-Diam, tempat di mana anak-anak lain yang juga terluka bisa menuliskan isi hati mereka tanpa takut dihakimi. Komunitas itu menjadi suara bagi mereka yang sunyi, menjadi bahu bagi mereka yang diam-diam ingin menyerah. Namun, tidak semua orang menyukai kejujuran. Komunitas itu mendapat serangan, hujatan, bahkan dihancurkan. Sahabat menjauh, pacar memilih diam, dan luka-luka lama kembali terbuka. Natasya terus bertahan. Ia terus menulis. Terus meyakinkan orang lain bahwa mereka layak hidup, meski hatinya sendiri sudah lama remuk. Hingga pada suatu malam, ketika tak ada lagi pelukan yang cukup hangat, ketika suara-suara di kepalanya terlalu bising, dan ketika senyumnya tak lagi mampu menahan air mata... Natasya memutuskan untuk meninggalkan dunia yang tak pernah benar-benar menerima keberadaannya. Ia meninggalkan surat terakhir di ruang komunitas yang dulu ia bangun: "Aku lelah menjadi kuat. Tapi aku ingin kalian tahu: kalian layak hidup, bahkan saat aku memilih berhenti." ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines