BERTAHAN ATAU TIDAK

BERTAHAN ATAU TIDAK

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 24, 2022
~○●○~ "Semua anak pasti tidak berharap terlahir mendapatkan beribu ribu kesedihan,mereka juga tidak ingin mendengar suara orang munafik,mereka juga tidak tahu apa yang kita hadapi. Ini adalah takdir Lola,dia harus menerimah dengan ikhlas,sabar,dan hati yang luas ,Lola tidak berhak marah kepada tuhan karena ini jalan takdirnya" "Udah Lola anak tante lebih pintar dari kamu jadi kamu enggak usah belajar rajin rajin" • tante Azka aqilla "Hahaha mana bisa Lola gemuk lihat aja badanya kayak kurang gizi" •tante Zanna leteshia "Lola ngapain sekolah jauh jauh kayak anak tante dong sekolahnya deket enggak mampu bayar ya sampai sekolah jauh jauh " •tante Sherly kirania °• BERTAHAN ATAU TIDAK •°
All Rights Reserved
#7
mencarikebahagiaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • Bumi Ranah Sagara ~Tamat~
  • -sekarang untuk selamanya. namun hanya untuk merayakan cinta, atau kita?
  • Hurry Hutt  Frei Wolfsmadchen
  • TAKDIR ?
  • Family Daylight 2 END
  • save me
  • semesta untuk christy

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines