Atas Nama Percakapan Panjang

Atas Nama Percakapan Panjang

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 18, 2021
Atas nama percakapan panjang yang disertai tanya tak berbatas, hari ini segala terjawab; hari-hari kemarin telah luruh seluruh di sela-sela jari seberkas cahaya yang merangsek masuk pada sunyinya gelap. Membawa suara. Menyenandungkan resah. Tapi ketika menoleh, dia telah menjelma cabang-cabang pepohonan yang meranggas dipenuhi kekosongan. Menghilang di balik desau angin. Tak ada lagi guna perempuan itu mencari pengampunan Suaranya menggema luka Bergetar. Teras getir. Terjeda. Berlumpur. Dibuang waktu. Maka, tawa perempuan itu dikubur tak lagi perlu diziarahi Nyatanya tak ada yang saling menjangkau Kembali meraba gelap "Semesta, hukum saja saya dengan keheningan. Yang tak tahu diri dengan perkenalan" katanya kembali melompat ke dalam jurang. Menghibur dirinya sendiri
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jeritan Anak Broken Home 17+
  • Before I Knew Light
  • The Bridge Between Souls
  • AZGLAIR
  • Arion (End)
  • Di Antara Tawa dan Tragedi (REVISI!)
  • Payback's Sweet
  • BUNGA KEMBALI

Aku adalah hasil dari masa lalu, buah dari cinta yang kandas, dan aku tercipta dari ketidakadilan dunia. Jeritan dan tangisan adalah perhiasan ku sehari hari yang menghiasi setiap langkah dan setiap hembusan nafas ku. Seolah aku juga adalah masa lalu yang harus di lupakan oleh mereka. Tangisan di tengah malam memecah kesunyian, luka yang tertutup kabut seolah utuh dari luar, Raga yang sempurna dengan jiwa yang sekarat. Gadis kecil tidak berdosa yang menanggung akibat keegoisan orang tua, Kehilangan cahaya hidup nya, berjalan tanpa arah tak tau tujuan tanpa penerangan. Tidak ada bimbingan atau petunjuk.dia sendirian, Mengendarai perahu kecil tanpa nahkoda, menyusuri lautan derita yang tiada akhir nya. Harapan demi harapan di langitkan namun hanya suara angin yang menjawab. Mampukah dia bertahan di ambang keterpurukan nya? Apakah alam akan menjawab semua harapan nya? "aku terlalu takut untuk mati tapi terlalu sakit untuk hidup. Seseorang tolong aku, berikan aku lampu untuk melihat masa depan,aku tak ingin hanyut mati dalam kegelapan" {DIRA} _________________________________________ ⚠️⚠️⚠️ cerita ini hanya ada di sini jika ada yang sama kemungkinan itu tiruan.ini bukan plagiat tapi murni hasil kerja otak dan kejadian-kejadian di kehidupan, Jika ada cerita ini di tempat lain mohon beri tau saya atau tolong laporkan segera terimakasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines