30 Days Ago - Park Jeongwoo

30 Days Ago - Park Jeongwoo

  • WpView
    LECTURAS 231
  • WpVote
    Votos 67
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jun 29, 2021
Tentang dia yang diberi kesempatan untuk memperbaiki segalanya. [Original Story by Ju88xoxo] Kenapa harus dia? Kenapa harus gadis ku? Kenapa harus Kiara ku? Aku tau aku salah. Aku tau telah menyia-nyiakan gadis berhati malaikat sepertinya. Aku tau aku sudah terlalu menyakiti hatinya. Tapi haruskah seperti ini? Haruskah engkau merebut gadisku dari sisi ku, Ya Tuhan? Tidak bisakah berikan aku kesempatan? Aku berjanji akan memperbaikinya. Aku berjanji dia tidak akan merasa sakit lagi. Aku berjanji akan menjaganya. Tak akan ku biarkan dia menangis. Tak akan ku biarkan senyum indahnya luntur. Tak akan ku biarkan pilu membasahi pipinya. Berikanlah kesempatan itu padaku, ya Tuhan. Cukup satu kesempatan. Kembalikanlah dia padaku. S.i.n.c.e_1.9_J.u.n.e_2.0.2.1
Todos los derechos reservados
#589
kenangan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Mianhae Hyung || So Junghwan {SEDANG DIREVISI}
  • AGAVAN (H I A T U S)
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • LOVE ME AGAIN
  • Salah Target
  • Seventeen Gs    [ Blood Crystal ]
  • TIME will TELL {On Going}
  • The Rain [SoonHoon]
  • 𝐓𝐡𝐞 𝐒𝐢𝐥𝐞𝐧𝐭 𝐀𝐧𝐠𝐞𝐥 || 𝐇𝐀𝐑𝐔𝐊𝐘𝐔

{END} Honesty is expensive, therefore never underestimate people who tell the truth. So Junghwan, si bungsu dengan senyuman yang seolah melukis kesempurnaan, hidup dalam sunyi yang menggigit. Bukan karena ia tak ingin bersuara, tapi karena dunia memilih untuk tak mendengar. Luka-luka tak kasat mata menggores dalam, sementara rasa sakit di sekujur tubuhnya menjadi pengingat kejam bahwa bahkan bernapas pun bisa terasa seperti hukuman. Namun, di tengah kehampaan itu, ada doa yang terus ia bisikkan kepada langit yang tak pernah menjawab. "If I could live again," pikirnya, sambil menatap bintang-bintang yang terasa begitu jauh, "I'd wish to know how it feels to be loved by all my Hyungs." Harapan itu kecil, rapuh, tapi indah-seperti kelopak bunga yang mekar meski dikelilingi musim dingin. Bahkan di dunia yang dingin, Junghwan percaya, cinta- sekecil apa pun- adalah alasan untuk tetap melangkah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido