Story cover for ARINI by YeniIdariniyanti
ARINI
  • WpView
    MGA BUMASA 127,481
  • WpVote
    Mga Boto 2,829
  • WpPart
    Mga Parte 34
  • WpView
    MGA BUMASA 127,481
  • WpVote
    Mga Boto 2,829
  • WpPart
    Mga Parte 34
Ongoing, Unang na-publish Jun 19, 2021
Mature
Area 21+


"Saat kau sudah puas menikmati tubuhku kamu meninggalkanku, sekarang kenapa kau datang lagi saat cintaku telah berubah menjadi benci? Apa karena sekarang aku cantik dan menarik? Atau karena para jalangmu tidak bisa memuaskan hasratmu?" Arini

"Terserah apa katamu! Kamu berhutang anak padaku! Sesuai kesepakatan kita dulu kau harus melahirkan benihku. Ingat vidio telanjangmu masih di tanganku. Tepati atau vidio ini ku sebar" Aryan
All Rights Reserved
Sign up to add ARINI to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
🌼Istri Pilihan Max🌼 cover
SUGAR Daddy cover
Linting Geminting21+ cover
𝐌𝐚𝐬 𝐁𝐫𝐚𝐦 [𝐒𝐞𝐥𝐞𝐬𝐚𝐢] cover
MY PRECIOUS EMPLOYEE [COMPLETED] ✔️ cover
Devano || Selesai  cover
Best Partner (TAMAT) cover
ALRIN cover
Our Mistake cover

🌼Istri Pilihan Max🌼

19 mga parte Kumpleto Mature

Sudah dibukukan! Tersedia ebook. Bacaan ini tidak cocok untuk yang belum cukup umur. Bacalah cerita sesuai umur. Di sini umur yang disarankan adalah 21 tahun. Arini Putri Primarastri. Sejak kecil Arini benci paman itu. Pria yang beberapa tahun lalu jadi tetangga keluarganya. Menurutnya paman itu agak aneh. Suka menatap Arini dalam diam. Arini kecil pernah memergokinya duduk diam dekat jendela dan memperhatikan kamarnya yang berseberangan dengan kamar Sang Dokter. Maximilian Brawijaya Lie. Duda tanpa anak. Cerai karena istrinya menuntut agar pria itu lebih memperhatikan dirinya ketimbang pekerjaannya sebagai dokter kandungan. Ia pindah rumah sebab rumah lamanya mengundang banyak kenangan dengan mantan istrinya. Pindah ke rumah baru bertetangga dengan keluarga yang memiliki seorang putri yang masih kelas 7 SMP. Max tidak mengerti alasan ia suka melihat ke arah jendela kamar anak itu. Dia juga tidak suka kalau teman lelaki Arini datang mencari anak itu. Bertahun-tahun Max memendam perasaan menyiksa semacam itu. Bukan berarti ia berhenti berkencan dengan wanita lain. Sampai pada suatu ketika Arini harus pergi ke kota lain untuk melanjutkan kuliah. Max berusaha melupakannya. Lalu gadis kecilnya kembali. Max meyakinkan dirinya kalau ia harus mendapatkan gadis itu, sekarang dan selamanya, apa pun resikonya.