CHRISTIAN

CHRISTIAN

  • WpView
    Reads 389,796
  • WpVote
    Votes 35,617
  • WpPart
    Parts 66
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 29, 2025
Aika itu suka ngatur, tapi Ian suka. Aika itu suka marah-marah, tapi Ian nggak benci. Aika itu suka nyontek, tapi Ian bolehin. Ian lebih percaya kalau Aika cinta Ian dari pada Aika jahat sama Ian. "Kenapa nangis?" tanya Aika ketika Ian kembali dengan mata memerah seperti habis menangis dan bajunya sedikit kotor. "Nggak, Ian nggak nangis kok," jawab Ian. "Ice cream-nya mana?" "I-ice crem? Itu, Aika jangan marah, ya. Ice cream, ice cream-nya diminta Bara. Jadi Ian kasih deh." Ian mencoba untuk terlihat tenang, tetapi sepertinya itu gagal. "Ai, Aika mau ke mana? Jangan marah, Ai! Jangan putusin Ian!" seru Ian ketika Aika bangkit dari duduknya dengan wajah marah. Baru beberapa langkah, Ian langsung mencekal tangan Aika dan memeluk tubuh itu dengan erat. "Jangan putusin Ian!" rengek Ian. Perlahan Aika melepas pelukan itu dan menatap dagu Ian yang memerah. "Mana ada orang minta sampai mukulin orang begini. Itu minta atau malak?" ••• ⚠️⚠️⚠️ • ini tentang cewek yang lebih dominan dari pada cowo. • terdapat bully, kata-kata kasar, kekerasan, dan pembunuhan, diharap bijak ya. • sedikit ada sesuatu yang membingungkan dan ambigu, mari kita pecahkan sama-sama. • kalo gak suka lebih baik pergi dari pada ninggalin komentar negatif. Start : 20 November 2022 Finish : -
All Rights Reserved
#700
femdom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • MATSA [ Tamat ] 𝗿𝗲𝗸𝗼𝗺𝗲𝗻𝗱𝗮𝘀𝗶
  • ALYA (END)
  • ARSYA: My Naughty Boyfriend (END)
  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]
  • I Never Loved My Ex [End]
  • Bad Attitude
  • Gladyz Love Story [END]
  • AYARA [END]

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines