I've been running, but I'm back

I've been running, but I'm back

  • WpView
    LECTURAS 23
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, mar 22, 2022
Halo Semuanya~ Saya Author baru, mohon dukungan yah^^ Ini cerita pertama yang saya publish. Maaf jika telat update ataupun kekurangan penulisan dari cerita ini. Ini murni cerita yang saya buat, tanpa mengikuti cerita penulis lain. Bantu vote atau komentar kalian agar saya bisa lebih semangat dalam berkarya dan melanjutkan cerita ini^^ 🤍 "Hai, masih ingat aku? maaf, aku telat kembali dan membuatmu menunggu, apakah aku masih ada kesempatan untuk bisa bersamamu?" ~Azer Aku hanya bisa terpaku dengan seseorang yang berada dihadapanku, aku tak tau harus berkata apa dan menanggapi yah seperti apa. Apakah aku harus pergi atau meminta penjelasan? 🤍 Happy Reading~
Todos los derechos reservados
#10
billa
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • [ E N D ] Bandung dan Kenanganku Tentangmu
  • Lelaki Pilihan Ayah & Lekaki Yg Mengagumi Ku [END]✓✓
  • Perihal Mengikhlaskanmu [TAMAT]
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Jejak Waktu [Complete]
  • ��❤The journey of the RafJeng love story❤
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Garis Takdir Bad Girl
  • Mungkinkah Bisa ??

Pertama dan terakhir kali. Waktu tidak bisa berdetak mundur. Hari itu memang tidak akan pernah terulang. Tidak akan. Tapi kenangan hari itu tidak akan pernah hilang. . Jam 20.15 Dia berdiri dan menarik tanganku. "Ayo pulang. Kamu harus udah sampe kos sebelum jam 9 malem." katanya tegas. Aku bertahan di kursiku, mencebikan bibir. "Masih jam 8 Will.." Willdan hanya menatapku jengkel. menghembuskan napas berat. "Pulang. Kalau ga mau pulang, besok ga usah ketemu." Mendengar ancamannya yang sepertinya serius, aku langsung berdiri. Dia berpaling dariku, berjalan mendahuluiku. Sekilas aku bisa melihatnya tersenyum. Sial. Aku kalah rupanya. Aku berjalan cepat mengikuti langkah kakinya yang panjang. Dan tiba-tiba dia berhenti lalu berbalik ke arahku. Dan sambil menatapku dia tersenyum. Sepertinya ada makna lain di balik senyumnya.. . . (Ini karya pertama yang dipublish, semoga berkenan. Maafkan penulis tengah malam yang masih amatir ini.... mohon dukungannyaaaa !!! Terima kasih ^^)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido