Story cover for MOZA by AyaraPutri02
MOZA
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jun 20, 2021
Mature
Apa yang akan kalian lakukan jika terjebak dalam sebuah pernikahan yang tidak pernah kalian inginkan? Bukankah itu mengerikan, hidup bersama seorang pria yang tidak pernah memberimu harga diri sebagai seorang istri. Tidak pernah mengakui keberadaan mu, tidak pernah membiarkan mu merasakan seperti apa bahagianya setelah menikah.

Saat semuanya perlahan membaik, semesta kembali memberikan luka yang jauh lebih menyakitkan. 

Layak kah pernikahan seperti ini dipertahankan?
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add MOZA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
The Bleeding Lady [completed] cover
Not Mine (Ending) cover
Call It What You Want (END) cover
Dia Suamiku (ENDING) cover
SINCERITY [COMPLETE] cover
SENJA UNTUK SAGARA cover
TAK BERSAMBUT cover
Afeksi | ✓ cover
DALAM DETAK (SELESAI) cover

The Bleeding Lady [completed]

45 parts Ongoing Mature

Ia tak pernah meminta hidup yang sunyi. Namun sejak kecil, ia diajari bahwa diam adalah satu-satunya cara untuk bertahan. Seorang perempuan dinikahkan oleh ayahnya dengan anak angkat yang tak pernah merasa memiliki siapa pun. Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan tentang kewajiban, dendam, dan luka yang diwariskan tanpa permisi. Laki-laki itu tak pernah mencintainya. Bahkan, tak pernah mencoba. Yang ia lihat hanyalah sosok yang mewakili masa lalu yang ingin ia lupakan, bayangan dari keluarga yang membuatnya merasa asing seumur hidup. Malam-malam perempuan itu dipenuhi dingin. Bukan hanya dari tubuh yang menjauh, tapi dari kemarahan yang tak ia pahami. Namun dalam sunyi yang dipaksakan, ia tetap bertahan. Mencoba belajar mencintai dalam diam. Menanti entah untuk disembuhkan, atau perlahan dilenyapkan. Kisah sunyi tentang hati yang tak pernah dipilih, dan luka yang terlalu dalam untuk disuarakan.