MOZA
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 22, 2021
Apa yang akan kalian lakukan jika terjebak dalam sebuah pernikahan yang tidak pernah kalian inginkan? Bukankah itu mengerikan, hidup bersama seorang pria yang tidak pernah memberimu harga diri sebagai seorang istri. Tidak pernah mengakui keberadaan mu, tidak pernah membiarkan mu merasakan seperti apa bahagianya setelah menikah. Saat semuanya perlahan membaik, semesta kembali memberikan luka yang jauh lebih menyakitkan. Layak kah pernikahan seperti ini dipertahankan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • TAK BERSAMBUT
  • Call It What You Want (END)
  • Cerita Tanpa Akhir [Completed] (Proses Penerbitan)
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Afeksi | ✓
  • SAY SARANGHAE
  • Zaleya

"Aku nggak tahu, dari mana semuanya menjadi retak dan berantakan seperti ini. Yang kuingat, hanya ada satu titik ketika hidupku berubah drastis. Ibuku pergi meninggalkan rumah bersama dengan lelaki lain. Meski ayahku tegar dan tabah, pada akhirnya dia menyerah dan menikahi perempuan lain. Brian, adalah satu-satunya tempat dan rumah terakhir yang aku harapkan. Tetapi, padanya aku terus menaruh rasa curiga. Hal-hal kecil membuatku marah dan tak mampu membendung emosi. Kecemasan-kecemasan itu benar-benar membuatku menderita. Aku tak lagi percaya pada cinta, Ayah. Tak lagi." ~ Serena Azura Auliana~ :+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+ Serena telah kehilangan kepercayaannya pada cinta. Semua orang yang pernah ia cintai, yang begitu ia percayai dan anggap berarti dalam hidupnya, ternyata dengan mudah menghianati cinta itu. Hatinya hancur berkeping-keping. Bukan sekadar patah-tapi benar-benar remuk, hingga tak tersisa apa pun selain reruntuhan yang menyakitkan. Tak ada lagi yang tertinggal, kecuali kekecewaan yang dalam, dan trauma yang perlahan menggerogoti jiwa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines