Dua garis biru - Choi Beomgyu

Dua garis biru - Choi Beomgyu

  • WpView
    Reads 243
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 8, 2022
Kata siapa masa remaja adalah masa masa terindah? Sebagian orang beranggapan bahwa masa remaja adalah masa masa indah yang sulit dilupakan, tapi tidak bagi Dara dan Bima yang sudah merasakan sari-pati pahitnya kehidupan di saat saat remaja mereka. Dara dan Bima remaja 17 tahun yang masih menatap tabu hal hal yang seharusnya tidak mereka lakukan, dan berakhir dengan pertanggungjawaban yang tentu saja tidak mudah dilakukan. Akankah Dara dan Bima bisa mempertanggungjawabkan kesalahan mereka bersama? ®14+
All Rights Reserved
#242
somi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Winter
  • Kelas A [End]
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • Remaja
  • [✓] The Right Heartbeat
  • The Meaning of Life (MiChaeng ft. SaiDa) ✔
  • Twist of Fate
  • RIVER FOR BEGINNER
  • Own Fault of Feeling || [END]
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
Winter

(Completed) "Ter, menurut lo kenapa ayam tuh dikasih nama ayam? Kenapa nggak sapi aja atau.. kudanil gitu?" "Kalau gue gorok leher lo sekarang, kira-kira lo mati apa nggak napas aja, Na?" Nareshwara itu tinggi ✅ Ganteng ✅ Suaranya bagus ✅ Jago gombalin cewek❌ Kalem banget❌ Nggak suka nyusahin Winter❌ "Kayaknya sih mati.. tapi ayam tuh ya-" Lelah lahir batin. Itulah yang selama belasan tahun Winter rasakan. Bersahabat dengan pemuda minim kewarasan yang selalu bertingkah 'semau gue' serta penganut prinsip 'terobos ajalah anying' ini bikin Winter sadar kalau resign jadi penduduk bumi bukanlah pilihan buruk. "Lo waras dikit bisa nggak, Na?" *** "Gue suka sama lo." "Hah?" "G-gitu, kan, bilangnya?" "Ah-ooh, iya ya, bisa gitu.. sih?" "Tadi itu pe..percobaan... ehehek," *** Sementara bagi Jeriko, menebas egonya yang setinggi langit dan hatinya yang sebeku daratan Antartika bukanlah perkara mudah. Namun, dihadapan seseorang yang berhasil memberikannya tempat ternyaman untuk 'pulang'. Dia bersedia memberikan apapun, sekalipun harus goresan luka yang jadi bayarannya. "Kalau gue mati.. lo juga harus mati, Darling. Seenggaknya kalau kita nggak bisa bersatu dibumi, kita bisa abadi di surga." "Mahluk kayak lo lebih pantas ada di kerak neraka sana!" "Lo mau abadi di neraka sama gue? Fine, gue nggak masalah mau dimana pun. Asal ada lo-nya." "DIH, SINTING!" "Love you more, Darling." *** 17+ ©Dandelions042

More details
WpActionLinkContent Guidelines