Future

Future

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 31, 2021
#cover by pinterest Yohan menginjakkan kakinya ke rooftop sekolah. Ia berdiri tepat di depan seorang gadis yg berkuncir kuda, namanya Laras. "Gua suka sama lu," ucap Yohan. Laras menatap jengkel laki-laki di depannya ini. "Mau sampai kapan lu kayak gini kak? Kita tuh gak pernah bisa bersama." Kata Laras dengan hembusan nafasnya yang kasar. "Gua tau itu. Tapi tolong kasih gua alasan yang jelas kenapa lu nolak gua?" "Tuhan kita berbeda." ucap Laras jelas.
All Rights Reserved
#493
islam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ArKa (End)
  • [Preview] Sweet Recipes for Young Lover
  • ISTRI GEN -Z
  • Asia (Ataraska)
  • DIKANESHA
  • ATHABEL (ON GOING )
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Coretan Kisah

Typo bertebaran! Belum di revisi!!! "Tadi pas gue pegang lo, lo bilang bukan mahrom tuh maksudnya apa?" Mendapat pertanyaan tersebut membuat Chika menoleh dan melihat mata Arya sekilas. Entah mengapa ia tidak kuat jika harus menatap pria itu. "Itu... Maksudnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, tidak boleh berpegangan atau bersentuhan. Kecuali udah menikah" jelasnya. "Orang tua?" tanya Arya lagi. "Boleh, saudara kandung juga boleh, saudara laki-laki atau perempuan dari orang tua juga boleh, keponakan laki-laki atau perempuan juga boleh, kakek nenek kandung juga boleh, dan pelayan tua. Itu sih kayaknya yang boleh," Jelasnya memperhatikan bibir pink dan tebal milik Arya. "Gue sama lo?" tanya Arya lagi. "Nggak boleh, kecuali kita udah nikah," jawabnya spontan. Membuat ia membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapannya. Arya yang melihat tingkah Chika pun malah terkekeh. "Lo mau nikah sama gue?" goda Arya. "Idih! Ogah banget!" ujarnya dengan suara yang meninggi. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan dirinya. "Santai aja kali," jawab Arya santai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines