Future

Future

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 31, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
#cover by pinterest Yohan menginjakkan kakinya ke rooftop sekolah. Ia berdiri tepat di depan seorang gadis yg berkuncir kuda, namanya Laras. "Gua suka sama lu," ucap Yohan. Laras menatap jengkel laki-laki di depannya ini. "Mau sampai kapan lu kayak gini kak? Kita tuh gak pernah bisa bersama." Kata Laras dengan hembusan nafasnya yang kasar. "Gua tau itu. Tapi tolong kasih gua alasan yang jelas kenapa lu nolak gua?" "Tuhan kita berbeda." ucap Laras jelas.
All Rights Reserved
#840
citacita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Antara Cinta & PR Matematika
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • ArKa (End)
  • Qalbu {Terbit}
  • ATHABEL (ON GOING )
  • RAISEN
  • Sacrifice Of Love (Evan END) SUDAH TERBIT

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines