Story cover for Maling by Michi_Dee13
Maling
  • WpView
    reads 43
  • WpVote
    Stemmen 0
  • WpPart
    Delen 2
  • WpView
    reads 43
  • WpVote
    Stemmen 0
  • WpPart
    Delen 2
Lopende, voor het eerst gepubliceerd jun. 21, 2021
Maling,  cowok super nyebeling yang pernah gue temuin yang sialnya dia adalah tetangga gue sendiri. 

Gimana nggak nyebelin coba, kalau gue jemur baju nih ya pasti ada... ajah daleman gue yang ilang, siapa lagi pelakunya kalau bukan Maling alias Maehara Julian Linggah

Yang lebih menjengkelkan lagi, si Kutu kupret itu makein daleman gue ke boneka Upin Ipin punya dia

"JULIAN BALIKIN BEHA GUE SETAN! "

"BUKAN GUE YANG AMBIL... LO JANGAN ASAL FITNAH! "

"TERUS YANG ADA DI TANGAN LO APA NJING!"

"INI BUKAN BEHA LO, INI GUE PINJEM SAMA NYOKAP"
Alle rechten voorbehouden
Meld je aan om Maling aan je bibliotheek toe te voegen en updates te ontvangen
of
#691absurd
Inhoudsrichtlijnen
Je bent misschien ook geïnteresseerd in
Je bent misschien ook geïnteresseerd in
Slide 1 of 10
Reynand & Joya | END cover
GOOD DADDY (REVISI) cover
About Your Existence [TAMAT] cover
Kopi & Deadline (On Going) cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\ cover
Tetangga I Love You  cover
Eraser #YOURKIDUCE ✔ cover
Dear, Dandelion. cover
My Cold Boyfriend cover

Reynand & Joya | END

29 delen Compleet

Follow sebelum baca yuk, untuk mengikuti ceritanya. #645 dalam TEEN FICTION-11/3/2018 #961 dalam TEEN FICTION-9/2/2018 "Kuda poni! Dasar jelek, sinting, kutu kupret, tai lo. Maju sini, gue telen lo hidup-hidup!" teriak Joya mengerahkan semua kekesalannya. Ia bersumpah serapah tanpa berpikir mengampuni orang yang sudah membuat hidupnya sengsara. "Nggak usah teriak-teriak, gue di sini." Suara orang tersebut berada di atas pohon dekat parkiran. Reflek, kedua gadis itu menengadah, menatap pemuda nakal yang nangkring di atas sana. "Turun lo!" perintah Joya seraya berkacak pinggang. "Mau apa? Mau cium gue, ya? Idih nakal." Pemuda itu malah membuat Joya semakin kesal. Ocehannya selalu saja ampuh membuat hari-hari gadis itu semakin runyam. "Najis. Mati aja lo, pengecut!" Joya masih kesal, sehingga kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu tidak terkontrol. "Kurang banyak sih, 'kan cuma kempes, nggak sampai penyok." Rutinitas nakalmu berujung terbiasa. Kalo pengen tau terutama Baca selengkapnya ya..... (Di larang mengutip atau menjiplak sebagian/keseluruhan cerita ini tanpa izin)