Story cover for Hello Mr.Z by Delizy_
Hello Mr.Z
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jun 21, 2021
Klasik sih. Suka sama sahabat sendiri, hal biasa yang bakal dialami dalam suatu circle pertemanan antara perempuan dan laki-laki. Bohong kalo aku bilang aku tidak tertarik dengan sahabatku itu. Entah dia memang benar-benar tidak mengetahui atau pura-pura tidak mengetahui, kalau aku memiliki perasaan yang lebih terhadapnya. Setiap hari ketemu. Sekolah, rumah, bahkan tempat bimbel dan private bareng. Gimana bisa ngelupain kalo gitu ceritanya kan? Tapi aku selalu bisa, mengatasinya. Aku bisa mengendalikan perasaanku terhadapnya. Aku menjadi diriku yang lebih baik karena dirinya.

Masih Amatir. Mengisi waktu senggang.
All Rights Reserved
Sign up to add Hello Mr.Z to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Taken Slowly cover
Cinta Anak SMP cover
Verronica (COMPLETED)  cover
It HURTS cover
♚BEST FRIEND ZONE♚ cover
He is not My Best Friend (End) cover
Friendzone Stuck cover
SKALA (Reana) COMPLETED cover
I LOVE YOU cover
Just Friend cover

Taken Slowly

35 parts Complete

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.