Prang
"Gue nggak peduli meski pun lo mati!" Angin Rexsaka Waraguna
"Angin, aku cuma mau kita kayak dulu." _Hujan Chiara Gerhana
****
Kisah ini bukanlah sebuah cerita tentang seorang gadis yang disukai oleh banyak lelaki tampan, atau kisah tentang tokoh utama yang selalu mendapat perhatian dari banyak orang, justru ini adalah sebuah kisah yang membuat seseorang belajar jika perjuangan adalah pengorbanan yang susah di didapatkan. Maka, beruntunglah siapapun yang merasakannya. Dan, ini kisah antara Hujan dan Angin.
Perpisahan antara Hujan dan Angin membuat Hujan menjadi gadis pendiam. Lebih tepatnya diam-diam memperhatikan Angin, bahkan Hujan seolah bertindak seperti penguntit yang selalu mengikuti Angin setiap waktu. Sebenarnya Angin menyadari itu, tapi rasa bencinya kepada Hujan menutup matanya, ia selalu berpura-pura tidak peduli, meskipun sebenarnya sampai detik ini Angin masih mencintai Hujan.
Bahkan, secara terang-terangan angin selalu melontarkan kata-kata kasar kepada Hujan ketika mereka tanpa sengaja bertemu. Sakit hati, tentu saja Hujan rasakan, karena Hujan juga manusia, namun sayangnya perasaan cinta yang dimiliki Hujan lebih mendominasi daripada rasa sakit. Sehingga, seringkali Hujan tetap menuntun Angin untuk menuju ke jalan pulang yang tepat, yaitu pelukan Hujan. Meskipun terasa mustahil, hujan tidak pernah menyerah, menurutnya Angin dan Hujan memang ditakdirkan bersama untuk hidup berdampingan, karena ketika Hujan turun ke bumi seringkali Angin tanpa permisi membawanya pergi.
TOKOH ARAH MATA ANGIN
-Hujan Chiara Gerhana
-Angin Rexsaka Waraguna
Publish Pertama: 14 Juli 2021(Lalu Unpublish)
End: "Belum tau, tergantung mood author."
All Rights Reserved