Curahan Hati Sang Pejuang

Curahan Hati Sang Pejuang

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 22, 2021
Skenario hidup memang tak tertebak aku hanya mengikuti alur yang ada dan berusaha melakukan yang terbaik. Dilanda rasa kebimbangan antara berhenti atau terus. Dulu,saat usia ku 7 tahun dan masih duduk di bangku Sekolah Dasar tidak ada yang ku mengerti. Sebab yang ku tahu hanyalah sekolah, bermain kemudian bahagia. Ya hanya sebatas itu, pantas saja saat ini sering ku temukan kalimat "Dewasa tak semenyenangkan masa kecil" di medsos. Karena nyatanya persoalan orang dewasa sangat rumit, entah itu tentang keluarga, persahabatan, cinta dan cita-cita. *** Publish: Selasa, 22 Juni 2021 by TutiSumarli Selesai: entah kapan ini akan selesai Hak cipta di lindungi oleh Allah Swt!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BHS
  • Adolescent
  • Memory's✓
  • Cerita Tentang Kita
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Indigo Bobrok 2 [END]
  • Time With You (SUDAH TERBIT)
  • Cahaya [COMPLETED]
  • My Life, My Destiny
  • DANDELION
BHS

"Setiap manusia pasti punya kecewanya masing-masing, maka hal besar yang wajib dihindari adalah dengan tidak menaruh harapan pada manusia lainnya". "Paham kan sama apa yang Oma bicarakan nduk, le ?". "Rio sih paham Oma, tapi sedikit hehe" sementara Disa hanya mengerjapkan matanya ketika berusaha mencerna nasihat yang Oma nya berikan. "Emmm kalo sekarang sih Disa gak paham Oma, tapi kalo besok besok aja pahamnya gak apa-apa kan ? Disa kan masih kecil Oma, belum pintar kayak bang Rio" "Halah Disa mah pahamnya cuma eskrim mochi Oma, kalo yang kayak ginian otaknya gak bakalan nyampe" "Bang Rio apaan sih, kan emang aku masih kecil mana ngerti yang begituan. Liat nih umur aku tuh masih 7 tahun". Disa menunjukkan jarinya tapi tidak sesuai dia bilang 7 tapi jari yang ditunjukkan ada 8 "Itu delapan peak". Rio hanya bisa memutar bola matanya jengah Oma yang melihat kedua cucunya pun hanya terkekeh "Iyaa kalian memang masih kecil, tapi kan tidak ada salahnya menerima nasihat dari Oma. Mumpung Oma masih ada". Setiap nasihat yang Oma nya berikan memang mengandung kalimat-kalimat bijak dan mungkin lebih cocok untuk orang yang lebih dewasa. Namun tidak menutup kemungkinan jika suatu saat cucunya yang masih kecil-kecil itu akan selalu mengingat nasihat yang diberikannya. Berharap pada manusia memang hal yang harus dihindari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines