RAVENNA

RAVENNA

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 25, 2021
Umpatan-umpatan kasar dari mulut rakyat Blaze, menjadi hal lumrah bagi Ravenna. Hidup di kerajaan dengan fasilitas kemewahan yang tiada tara, bukan berati ia bisa mendapati hangatnya cinta kasih seorang ibu. Dibenci dan dihina, sudah biasa bagi Ravenna. Entah apa yang membuatnya dibenci, yang jelas ia tak tahu pasti. Hari demi hari Ravenna jalani dengan penuh misteri. Memecah kan teka-teki. Untuk mengetahui alasan pasti. Bagaimana jika tiba-tiba seorang gadis yang dibenci bertemu dengan laki-laki tampan nan rupawan? Clifton, laki-laki berpostur tinggi, yang membuat seluruh siswi Galaxyan Academy, berteriak histeris. Perlakuan manis yang tak perna Ravenna dapati dari keluarganya. Kini ia merasakannya. Dengan adanya Clifton, ia merasa ia tak sendiri lagi. Namun ada yang berbeda dengan sikap Clifton. Satu hal lagi. Apa alasan Clifton ingin berteman dengannya? Warning:Berisi kata-kata kasar dan adegan pemukulan yang tak pantas untuk di tiru! 13+ Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan ini. Maap jika ada kesamaan dalam cerita ini.
All Rights Reserved
#544
galaxy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASMARALOKA || Love or Reality?
  • Sultan; Sweet but Psycho (End)
  • SHADOW ( Selesai)
  • TOXIC!
  • STARLIT REVERIES
  • Lembayung Terakhir
  • VANNAY
  •  Empathy (On-Going)
  • FARHANASYA [ Proses Revisi ]

"AKU NGGA SALAH! BUNDA SAMA KAKAK YANG SALAH! " Gadis itu berteriak histeris didepan seluruh anggota keluarganya. Dia merasa hancur sehancur-hancurnya. Hatinya bagai disayat ribuan benda tajam. "Kenapa kalian bertingkah seolah-olah aku yang sepenuhnya salah disini?! " Tak peduli dia telah bersimpuh didepan umum sekarang, yang jelas dirinya merasa dikhianati. "Tapi kamu tetap yang salah besar disini, diwaktu saat itu dengan pakaian seperti itu. " Netra gadis itu memerah padam, dia tidak terima dengan perkataan kakaknya. "Kalau ngga tau apa-apa ngga usah sok ngatain orang ... " Dia tidak salah, tetapi diperlakukan seolah yang paling bersalah. Dia tidak jahat, tapi dibuat terlihat yang paling dusta. Dia tidak kotor ... Tetapi telah dikotori oleh orang terkasihnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines