Awalnya, Rafael cuma sebatas teman. Gak ada rasa, gak ada harapan. Sampai suatu hari, temanku mengucapkan sesuatu yang terdengar biasa aja. Tapi anehnya, kata-kata itu terus menggema di kepalaku, seolah menyimpan makna tersembunyi yang belum kupahami. Sejak saat itu, ada yang berubah-bukan pada Rafael, tapi pada caraku melihatnya. Setiap senyumnya terasa berbeda, setiap tatapannya terasa lebih dalam. Aku mulai bertanya-tanya... apa ini cuma kebetulan, atau sejak awal aku memang tak pernah benar-benar menyadari perasaanku?
Plus d’Infos