We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Our Dearest Pink

Our Dearest Pink

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 14, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Veestel bahkan tidak bisa mengingat masa - masa di hidupnya yang tenang dan berjalan seperti anak - anak normal lainnya. Secepat ia sadar bahwa ia adalah manusia yang berfikir dan berdaulat atas dirinya sendiri, secepat itulah masalah - masalah gak waras muncul di kesehariannya. Dimulai dari bersahabat dengan cewek "sok ghotic" paling gak pedulian yang membuat hari - harinya gregetan, adiknya yang lucu dan polos memacari cowok pendiam suram dengan kemungkinan psikopat tinggi, dan kakak-pacar-si-adik yang OCD akut dan hidup bak sultan tiba - tiba nempel terus - terusan. Semua itu, tentu saja masih berhasil diterima Veestel dengan hati yang lebih teguh dari karang, hingga di suatu titik, Romeo, sahabat kakak-pacar-si-adik (a.k.a Sean) ikut nimbrung di lingkup kehidupan Veestel dengan senyum santainya yang khas. Dengan senyum santainya yang, ternyata, diam - diam menyimpan fakta - fakta aneh. Veestel, tentu saja dengan setengah hati menerima teman baru, namun sedikit yang ia tahu, bahwa Romeo bukan hanya datang untuk berteman, tapi membuka kartu - kartu orang di sekitarnya setiap kali bergerak, setiap kali berhenti tersenyum dan membuka mulut. Veestel memang sudah lupa kapan terakhir kali hidupnya berjalan dengan tenang, tanpa hambatan dan tanpa gangguan. Ruang lingkup sosialnya dipenuhi orang - orang aneh yang menyusahkan. Suatu hari, Romeo pun datang untuk menjelaskan pada Veestel motif tiap - tiap manusia yang menyusahkannya itu. Namun, mengapa semakin Veestel tahu, semakin ia ingin lupa, semakin ia tak bisa kembali pada cita - cita "hidup tenang dan biasa - biasa saja" ?
All Rights Reserved
#237
romeo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • If we can together
  • Crazy Student and Bad Teacher
  • Satu Atap, Satu Hati
  • Maaf, Terlambat....
  • Not Me & Not Mine
  • Ghost And Love || Park Jisung and Ningning aespa
  • Eramnesia

ruangan itu terasa sunyi hanya ada kegelapan di dalamnya bersama kenangan yang ada. seorang pria terlihat sendirian di atas kasur tak nyamannya, meringkuk sedih sambil menangis. meratapi kisah nya yg terlalu sadis untuk di ingat. kehilangan orang tercinta membuatnya kehilangan kewarasan. ***** "sayang, aku pergi dulu tolong jaga diri baik-baik ya" itu adalah kata terakhir yang terucap dari mulutnya yang ranum. senyuman kecil nya berubah menjadi wajah datar yang desuta belum lihat sebelumnya. tangan yang hangat mencengkeram erat kini melemah dan dingin, tidak ada ada lagi gelak tawa di antara mereka, hanya tangis dan kesedihan yang memenuhi ruangan itu. malam itu dunia terasa seperti runtuh dalam sesaat bagi desuta kehilangan seseorang yang dia cintai sampai saat ini belum dia temukan obatnya. kini tubuh cantik itu akan dipindahkan, para dokter dan staff memastikan bahwa tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan. tubuh mulai diangkat dan ditempatkan di trolly perlahan staff mulai mendorong nya ke kamar jenazah. desuta yg dari awal terlihat tegar dan kuat kini berubah menjadi bayi dewasa yang cengeng ia berteriak dan mulai menangis saat ia melihat trolly di dorong menjauh. beberapa temannya mulai membujuknya utnuk tenang dan ikhlas dan tetap saja tangisan itu memecah keheningan ruangan icu. itulah sedikit sipnosis dari serita ini kalau kalian penasaran bagaiaman kisahnya bisa kalian baca disini................... selamat membaca by lubiks garapan

More details
WpActionLinkContent Guidelines