Story cover for Difabel Love by hwangerl
Difabel Love
  • WpView
    LECTURAS 330
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 330
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado jun 23, 2021
"Aku pengen gendong kamu cil" -Lio

"Suatu saat nanti pasti bisa kok Lio" - Cila

Gimana ya kelanjutannya~? ilo bakalan bisa gendong cila beneran apa engga? Penasaran cuss aja dibaca. Jangan lupa vote, comment, and follow me everyone. Thank you and have a nice day❤
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Difabel Love a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#22difabel
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
BarraKilla de novaadhita
64 partes Concluida
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
Cuek VS Cerewet || Syaqeel [ END - PROSES REVISI ] de aqeelaxboba
73 partes Concluida
[ FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ] Aqeela Aza Falisha, cewe paling cerewet yang pernah Rayensyah Rassya Hirayah temukan. Bertemu dengan laki-laki seganteng Rassya merupakan hal yang paling beruntung bagi gadis itu. Berbeda halnya dengan Rassya, bertemu dengan gadis cerewet itu sangat tidak pernah ia harapkan. Awal pertemuan mereka adalah saat tahun ajaran baru dimulai, di mana Aqeela mulai memasuki bangku SMAnya. Pertemuan antara keduanya ini cukup lazim bagi orang-orang yang lainnya. Baru juga 1 detik Aqeela melihat wajah laki-laki itu, dirinya langsung merasa suka dengannya. Mungkin ini yang dinamakan cinta pandang pertama? Sejak awal pertemuan itu, Aqeela terus mengejar-ngejar Rassya untuk mendapatkan hatinya. Rassya adalah tipikal orang yang cuek, dingin, dan tidak peduli dengan sekitar. Kehadiran Aqeela di hidupnya sangatlah mengganggu. Akankah Aqeela mendapatkan hati Rassya? Atau Aqeela akan menyerah? Atau mungkin, Rassya akan luluh dengan Aqeela? ***** "Gue pacaran sama lo? Ogah banget gue pacaran sama cewe cerewet kayak lo" - Rassya. "Yakin? Nanti lo jatuh cinta sama gue gimana?" - Aqeela. "Enggak mungkin" - Rassya. ***** "Kalo suka sama gue bilang aja kali! Gengsi?" - Aqeela. "Mustahil gue suka sama lo!" - Rassya. "Cih... Kalo suka sama gue itu cepetan bilang. Biar kita cepet-cepet pacaran!" - Aqeela. "Enggak usah ngimpi!" - Rassya. ***** "Kalo gue terus ngejar dia, dia bakal suka sama gue enggak sih?" - Aqeela. ***** Start : 18 Maret 2021 End : 26 Agustus 2021 Note : Make sure sebelum kalian baca cerita ini, kalian udah follow okey. So, cerita ini lagi aku revisi pelan-pelan. Jadi mungkin naskah versi revisi & versi lama bakalan beda jauh dan enggak nyambung kalo di baca bersamaan, karena alur cerita versi revisi & versi lama agak beda 🙏🏻 Do'ain biar ku bisa cepet-cepet revisi yaa 😺 #1 syaqeel [12/5/2021] Happy Reading !! ║█║▌║█║▌│║▌║▌█║ © aqeelaxboba on wattpad
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
BarraKilla cover
Galen [TAHAP REVISI] cover
D O M I N A N || RUPHA cover
Sorry Aqeela {COMPLATE} cover
DIKHA cover
Cold Ceo's Favorite Wife cover
SERENDIPITY (Vikuy story) cover
Cuek VS Cerewet || Syaqeel [ END - PROSES REVISI ] cover
Syaqeel (On Going) cover
Sabrina [COMPLETE] cover

BarraKilla

64 partes Concluida

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!