DECALCOMANIA HE❤ART IN DAEGU

DECALCOMANIA HE❤ART IN DAEGU

  • WpView
    LECTURES 11,640
  • WpVote
    Votes 125
  • WpPart
    Chapitres 36
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., août 30, 2021
Cerita ini merupakan kelanjutan dari cerita 'BUSAN, LOVE AFTER GI' dan 'ASSALAM'MUALAIKUM MY S(e)OUL, WA'ALAIKUM SALAM SARANGE'. Di sarankan untuk membaca kedua cerita tersebut terlebih dahulu sebelum membaca cerita ini. Aku yang datang dengan senyuman. Aku yang dengan ramah menyapa mu. Aku yang menawarkan warna warni dalam hitam dan putih mu. Dan aku yang membiarkan mu menempatkan ku disisi terdalam hati mu. Namun kini, Aku yang meleburkan senyum mu. Aku yang menyalakan api kesunyian di hati mu. Aku juga yang memudarkan sejuta warna di dalam hidup mu. Aku tau kau terluka. Aku tau kau kecewa. Mungkin saat ini kau pun telah mati rasa. Tapi aku pun tak berdaya. Simfoni hujan tentang sepercik kenangan. Melodi musim semi dalam setangkai memori, Menjelma nyata dipelupuk mata di penghujung musim dingin. Secarik wajah masalalu yang tersimpan rapi direlung hati paling tepi, Kembali hadir menyemaikan hangat mentari pada setiap gigil yang memeluk rindu ku dan menjadikannya gelisah. Maaf, karena Decalcomania hati ku telah melukaimu. Aku tau ribuan kata maaf tidak lagi berguna untuk mu. Maaf, namun Decalcomania hati ku telah terjadi di Daegu. Bahkan tanpa aku menyadarinya.
Tous Droits Réservés
#38
daegu
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Melody Arthadiesa
  • 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓
  • WHO ?
  • 31 Months for You (Revisi)
  • MISSION TO GET HIM - HAEWIN
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Carnation 🌸
  • Kisah Klasik Dua Bulan Terakhir
  • • EUTANASIA •

"Lo anak baru mending lo jauh jauh dari gue, jangan pernah deket deket sama gue lagi! nasib gue tuh jadi sial banget setiap kali deket lo" marah Aleo terhadap Melody. --- "Lo semua masuk ke kelas biar gue yang temenin dia" ujar Aleo sembari menoleh ke arah Melody sebentar lalu membuang pandangannya "Jadi, siapa dulu nih yang mau ngomong? Atau mau diem dieman terus sampe pulang sekolah?" tanya Melody memulai pembicaraan "Kalo mau tidur tidur aja" ujar Aleo cuek "Yaudah, tapi lo jangan macem macem sama gue, awas lo" ujar Melody "Lo pikir gue cowo apaan" balas Aleo "Ya kali aja gitu kan nggak tau juga" ujar Melody namun tidak di hiraukan dengan Aleo, Melody pun berbalik membelakangi Aleo yang sedari tadi kaku. "Mau lo apa sih Al, kadang baik kadang dingin banget, susah banget di tebak" monolog Melody dalam hatinya --- "Nah gitu dong, senyum kek.. baru kali ini gue liat lo senyum" ujar Melody memandangi wajah tampan Aleo yang sedang fokus mengobati lukanya "Jangan diliatin terus, ntar lo suka lagi sama gue" balas Aleo yang sadar dirinya di tatap begitu lekat oleh Melody "Hah? S..siapa lagi yang ngeliati tte..terus, gr banget" jawab Melody terbata bata "Awhh pelan pelan dong Al, sakit tau" Melody mengalihkan topik "Iya sory, tadi katanya nggak sakit" usil Aleo

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu