NILA UNTUK JINGGA

NILA UNTUK JINGGA

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 24, 2021
Pertemuan dengan sahabat kecilnya membuat Nila bahagia. Namun siapa sangka takdir membuat Jingga seperti tidak pernah bertemu dan mengenal sosok yang ada di hadapannya kini. Kisah masa lalu dan janji Jingga sewaktu kecil terekam jelas dalam ingatan nya. "Kamu seperti senja yang kini melukis hatiku kian berwarna jingga. Senja yang mengantarkan siang pada malam. Dan aku yakin setelah gelapnya malam dengan berbagai kesedihan akan ada silaunya cahaya mentari memberi kebahagiaan" - Nisephia Laila. Start on 13 june 2021
All Rights Reserved
#781
takdir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mutiaraku
  • ILHAM UNTUK MELLY [SELESAI]
  • Takdirku ✓
  • Senja Yang Terlukis Di Doamu [ON GOING]
  • Insyaallah Sah ( TERBIT ✔️)
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • TERPIKAT CINTA ANAK PENDAKI [End]
  • Garis Takdir Adinda (END) ✓
  • Tentang Senja [VERSI REVISI]
Mutiaraku

"Gus, lepaskan hijab saya. Gus Nial tidak seharusnya di sini. Tugas Gus Nial sekarang adalah menyalami tamu dan tersenyum bersama dengan Neng Marwa. Bukan ke sini, hanya sebab menenangkan SAYA!" Mutiara menekankan kata "SAYA" diakhir ucapnya. "Kamu bahagia?" pertanyaan Gus Nial langsung direspon senyuman oleh Mutiara. "Sejak kapan saya sedih? Sejak kapan saya tidak rela? Sejak kapan saya tidak ikhlas? Saya sangat bahagia melihat Pernikahan Gus Nial dengan Neng Marwa," tutur Mutiara dengan membendung air mata yang hampir tumpah. "Kamu tidak mencintai saya?" "TIDAK!" "Kamu tidak punya perasaan sama saya?" "TIDAK!" "Kamu benar-benar rela?" "IYA!" "Saya mau pergi, Assalamualaikum," salam Mutiara lalu pergi meninggalkan Gus Nial sendiri. "Mutiara, tidak akan pernah menjadi Mutiaraku," lirih Gus Nial. ••• "Ternyata, pura-pura bahagia itu sakit, ya. Ternyata, pura-pura ikhlas itu berat, ya. Ternyata, pura-pura rela itu nyeri, ya." Mutiara menyipitkan matanya. ••• Ini cerita keduaku setelah selesai nulis Mahkota Impian Santri. Let reading. Be enjoy ya. Story by Lailiintan_ Started : 09 Agustus 2021 Finished :

More details
WpActionLinkContent Guidelines