[COMPLETED] Fall of the Last Fortress

[COMPLETED] Fall of the Last Fortress

  • WpView
    Reads 7,372
  • WpVote
    Votes 1,183
  • WpPart
    Parts 104
WpMetadataReadComplete Fri, Sep 30, 2022
WpInfo
Fiction
Mystery
Hancur. Itulah kata yang paling tepat untuk mendeskripsikan Panti Asuhan Bakti Mulia setelah kepala sekolah mereka, Pak Stenley, menjadi terdakwa atas kasus yang menimpa anak-anak asuhnya. Seluruh sistem panti asuhan berantakan, korban penculikan mengalami trauma dan perlu perawatan intensif, komplotan Topeng Putih masih dalam pengejaran, dan Catherine masih berstatus sebagai orang hilang. Meskipun kepolisian menemukan bukti kuat di ruangan Pak Stenley, IMS (Infinite Mystery Seeker) menolak percaya. Menurut mereka, kepala sekolah hanya kambing hitam dari kasus ini. Penyelidikan pun masih berlanjut, kali ini dengan bantuan Pak Owen, seorang petugas kepolisian berpangkat rendah yang curiga adanya kecurangan di dalam sistem kepolisian. Akankah mereka menemukan pelaku lain dari kasus ini? Atau memang kepala sekolah adalah sosok yang mengendalikan komplotan Topeng Putih? (Cerita ini merupakan seri ketiga dari Mystery of the Orphanage dan akan mengandung spoiler dari pelaku yang ditemukan di serial sebelumnya. Dianjurkan untuk membaca series pertama yaitu Terror of the White Mask dan yang kedua yaitu Curse of the Suicide Game sebelum melanjutkan)
All Rights Reserved
#211
crime
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Eleven
  • Siapa Pelaku Sebenarnya
  • Missile
  • DEXTER
  • Pembunuhan Enam Kata
  • [COMPLETED] Curse of the Suicide Game
  • Misteri Tumbal Sekolah [ TELAH TERBIT]
  • The Comedian's Last Laugh
  • [END] High School of Mystery: Crimson Case

"Mengapa orang-orang memandangku dengan tatapan aneh setelah kembaranku meninggal?" Itu pertanyaan terlampir di benak Rafael, seorang anak 12 tahun yang menyadari atmosfer sekelilingnya berubah mencekam setelah dirinya bangun dari koma. Mata-mata memandangnya bak ingin berteriak: "Kau iri dengannya makanya kau melenyapkannya!" Bahkan kedua orang tuanya pun memandangnya dengan kecurigaan yang sama hingga psikolog menjadi satu-satunya tempat mereka berpasrah akan kewarasan Rafael yang mereka yakini telah di ambang batas. Dunia anak itu benar-benar terjungkir balik, tak ada memori menyenangkan di tahun-tahun itu. Tempat baru yang orang tuanya yakini akan jadi tempat penyembuhannya malah menambahkan luka-luka baru. - - - - - - - - - - - - - Trigger Warnings: • Bullying (perundungan) • Psychological distress (tekanan psikologis) • Distorted thoughts (pikiran menyimpang) • Physical violence (kekerasan fisik) Rate: 16+ Note: jika ada kesamaan latar belakang, tempat, nama tokoh atau waktu, itu murni ketidaksengajaan. Cerita ini hanya fiktif belaka dan murni pikiran dari penulis. Mengandung beberapa adegan kasar dan sensitif dimohon untuk bijak dalam membaca. Dilarang keras untuk plagiat sekecil apapun itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines