MISSED
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 25, 2021
[A TRUE STORY ABOUT A WOMAN WHO WAS MISSING SOMEONE WHO SINCERELY LOVED HIM JUST TO FIND A MORE PERFECT] Azalea Azzahra, seorang mahasiswi jurusan Psikologi di salah satu universitas di Kota Malang. Layaknya wanita pada umumnya, ia memimpikan seorang pasangan yang sempurna. Mulai dari fisik, sifat, hingga hartanya. Tapi dia tidak sadar, ketika dia sibuk mencari "si sempurna" , ada seseorang yang dengan ketidaksempurnaannya, berjuang dan bersabar menunggunya untuk membuka hati. Dia adalah Airlangga Putra. Bisa dikatakan, Angga (Panggilan Airlangga) jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Alea (Panggilan Azalea). Klise memang. Tapi, itulah yang dirasakan Angga. Dia sendiri bahkan tidak menyangka bahwa perasaan yang dirasakannya saat pertama menatap Alea begitu kuat. Bermula pada pertemuan pertama mereka saat OSPEK. Hingga muncullah cerita cerita perjuangan Angga yang bahkan sering berujung penolakan dari Alea. Bahkan Sadam, Dika, Rando, dan teman teman lainnya mengatakan bahwa mendapatkan Alea adalah hal yang sangat tidak mungkin bagi Angga. Hingga akhirnya, Angga pun mundur perlahan. Berusaha memudarkan perasaannya, dan memasrahkan takdir cintanya pada sang pencipta. Namun, takdir pun berkata lain. Di saat Angga mulai mencoba untuk mundur, Alea pun mulai melihat ketulusan Angga. Apakah Alea terlambat? Atau mungkin malah takdir menuntun mereka untuk semakn dekat?
All Rights Reserved
#282
friendzone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • BALAS DENDAM! ✔
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • Almost Us
  • Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ]
  • AMERTA DALAM AKSARA
  • ARGANTA (END)
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • Waktu?
  • Puisi Cinta [END]

Angga, seorang remaja pendiam yang gemar menggambar, selalu dianggap tidak berguna oleh ayahnya yang keras dan otoriter. Dalam keluarga yang mengagungkan prestasi akademik dan kesuksesan finansial, minat Angga terhadap seni dianggap sebagai hal sepele yang tidak memiliki masa depan. Hari demi hari, Angga dihujani kata-kata kasar dan sindiran yang menorehkan luka di hatinya. Di sekolah, Angga juga bukan siapa-siapa. Ia adalah bayangan yang tak terlihat, seorang anak yang duduk di pojok kelas, diam tanpa suara. Hanya secarik kertas dan pensil yang menjadi sahabat setianya. Namun, dalam dunia sketsa hitam-putih itu, Angga merasa bebas. Ia bisa menciptakan dunia yang ia inginkan - dunia di mana ia adalah pahlawan utama yang tak tertandingi. Namun, semua itu berubah ketika Angga bertemu dengan seorang mentor tak terduga, seorang pelukis jalanan yang pernah merasakan pahitnya diremehkan. Lewat bimbingan mentornya, Angga mulai menemukan kekuatan dalam dirinya. Ia belajar bahwa setiap goresan pensilnya adalah suara yang tak lagi bisa diabaikan. Seiring waktu, Angga mulai menunjukkan kemampuannya. Namun, ketika kesempatan besar datang - sebuah kompetisi seni bergengsi - Angga harus memilih antara mengejar mimpinya atau tetap tunduk pada bayangan sang ayah. Akankah Angga berhasil membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar bayangan, atau justru tenggelam semakin dalam dalam cemoohan dan keraguan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines