Not Insecure (On Going)

Not Insecure (On Going)

  • WpView
    Reads 564
  • WpVote
    Votes 185
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 11, 2021
"Kan gue selalu ngingetin lo buat rajin pake krim malem, sama jangan bergadang!!! Kenapa lo ga denger??? Skincare mahal yang kemarin gue beliin kenapa ga lo pake, Itik?!!" "Ngapain pake skincare-an kalo lo aja udah menerima gue apa adanya." "Gue menerima lo apa adanya karena lo sahabat gue!!" "Cih! DASAR GENGSIAN!!!!" Arjuna Laksamana Putra, dia sahabat gue. Cowok tampan yang kesehariannya hanya membuat masalah sama gue. Tingkah usil dan bobroknya itu selalu ingin gue geplak wajah tampannya. Juna bukanlah seorang bad boy yang ahli tawuran, dia cuman cowok yang hobi skincare-an dan buat baper anak orang. Bagi Juna, penampilan wajib di nomor satukan. Sifatnya sangat berbanding terbalik sama gue yang sama sekali gak pernah memusingkan hal itu. Gue sih gak mempedulikan soal penampilan, karena Juna bisa menerima gue apa adanya. Dia memang sahabat terbaik gue. Apa benar kita hanya sebatas sahabat? Sedangkan segala perhatian dia seperti menunjukkan kalo gue ini pacarnya? Yok baca kisah gue:" Siapa tau abis baca ini lo langsung dapetin cowok kayak Juna:) - Cantika Arabella
All Rights Reserved
#158
cantika
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Everything About Us [Krist Bday Event]
  • Antagonis Kesayangan Ku! END ✔️
  • Alara's Brothers (Telah Terbit)
  • Love Letters [END]
  • [BL] Sudden Omega
  • Because I'm Stupid (End)
  • Beautiful (Completed)
  • Possesive Playboy
  • REALIZE [END]
  • Pretty Careless

"Aku dapat menutup mata atas apa yang tidak ingin aku lihat. Namun, aku tidak dapat menutup hati atas apa yang tidak ingin aku rasakan" Aku Krist Perawat, seorang mahasiswa jurusan bisnis semester 4. Di kampus aku sedikit menjaga jarak dari teman-teman yang ingin mendekatiku karena sewaktu SMA aku pernah dimanfaatkan oleh orang terdekatku. Sebenarnya aku tak berminat pada jurusan ini, tapi orangtuakulah yang mengharuskan. Aku memiliki bakat melukis sejak kecil dan impianku menjadi seorang pelukis. Oleh sebab itu, aku selalu bermalas-malasan dan jarang menghadiri kelas. Namun, seiring berjalannya waktu aku yang tadinya sering bermalas-malasan dan jarang menghadiri kelas tiba-tiba menjadi bersemangat untuk pergi ke kampus. Mungkin kedengarannya konyol, aku bersemangat hanya karena seorang pria yang dengan tak sengaja menolongku saat itu. Singto Prachaya Ruangroj, seorang pria berkulit tan, mempunyai tatapan yang tajam, garis rahang yang tegas, serta senyumnya yang begitu memikat. Sejak kejadian itu kami semakin dekat dan aku nyaman saat bersamanya. Aku selalu mengikuti kemanapun ia pergi, aku tak tahu dia terganggu atau tidak karena dia tak pernah mengusir ataupun memarahiku. Hanya dia yang saat itu dekat denganku, kebetulan kami berada di jurusan yang sama dan dia adalah kakak tingkatku. Hingga hari dimana aku bertemu dengannya,Gun Atthaphan. Pertemuanku dengan Gun sama saja ketika aku bertemu dengan phi Sing. Kehadirannya membuatku merasakan sesuatu yang belum pernah ku rasakan sebelumnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines