Story cover for Hujan Malam by saskia_86
Hujan Malam
  • WpView
    Membaca 9
  • WpVote
    Vote 11
  • WpPart
    Bab 8
  • WpView
    Membaca 9
  • WpVote
    Vote 11
  • WpPart
    Bab 8
Bersambung, Awal publikasi Jun 24, 2021
Justin, lelaki ber Hoodie hitam dengan tangan terkepal kuat dibawah derasnya hujan, ditambah waktu yang menunjukkan pukul tengah malam membuat susana mencekam.

 Dengan hati gelisah akan trauma masa lalu membuat hatinya bergemuruh takut, namun tangan kecil nan lembut memeluk tubuhnya, memberikan rasa hangat dan nyaman di hati, apa lagi mendengar suara lembut nan menenangkan membuat hatinya merasa tenang.

 "Tenanglah Justin, aku akan selalu ada buat kamu... dan aku....  tidak akan pernah meninggalkan mu.." ucap gadis itu dengan tulus. Gadis ini, gadis yang selalu membuatnya mengembalikan semangat menjalani kehidupannya yang suram.


 NO PLAGIAT 🚫
Cerita hasil dari karya sendiri.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Hujan Malam ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#582malam
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
PEREMPUAN YANG MENCINTAI HUJAN oleh Puspa_Seruni
54 bab Lengkap Dewasa
Semua orang menunggu dengan dada berdegup kencang. Kabar yang berembus sejak semalam tentang badai yang mengamuk di tengah lautan, membuat masyarakat pesisir pantai dilanda kecemasan. Begitu juga dengan Sekar, anak perempuan Haji Zainal juragan kapal, dirundung kegelisahan. Ia tak bisa nyenyak tidur semalam, pikirannya terus saja melayang pada Azzam yang terombang-ambing di atas kapal. Saat mentari belum sepenuhnya terjaga, Sekar berlari menuju dermaga. Kakinya melangkah cepat. Gerimis dari sisa hujan semalam tak dihiraukannya. Panggilan Haji Zainal juga tak digubrisnya. Pelabuhan telah ramai orang menunggu dalam diam. Semua mata memandang ke arah lautan dengan tatap penuh pengharapan. "Cuaca sedang tidak bagus, Bang. Angin barat mulai datang." Sekar menjawab sambil merunduk saat Azzam berpamitan di halaman belakang. Azzam yang kala itu harus mengambil jaring di gudang belakang, tanpa sengaja bertemu dengan Sekar. "Doakan saja Abang, ya. Insya Allah tidak ada apapun yang akan terjadi." Suara Azzam bagai obat penenang bagi Sekar, gadis itu mengangguk perlahan. Ikhlas melepas kekasihnya pergi berlayar ke tengah lautan. Sekar sudah merapal doa sepanjang siang, bahkan hingga malam. Apalagi ketika hujan deras mulai turun disertai angin kencang, Sekar tak henti memutar biji tasbihnya, mendoakan sosok lelaki yang ia harap kelak menjadi imam dalam hidupnya. Sekar mengusap matanya yang basah. Matahari telah sepenuhnya menampakkan diri, membelai kulit Sekar yang mulai kemerahan. Banyak kapal yang sudah bersandar, tetapi kapal yang dinaiki Azzam belum keliatan ujung haluannya. Seseorang menepuk bahunya, ia menoleh. Haji Zainal telah berdiri di belakang Sekar menyusulnya. "Ayo, pulang, Nduk. Apa yang kau cemaskan?" Sekar tidak menjawab ajakan bapaknya, matanya tetap awas mengamati satu persatu perahu yang mulai menurunkan jangkarnya. Semua orang tersenyum penuh kelegaan, kecuali dirinya yang masih termangu di ujung dermaga menunggu kepulangan Azzam.
Kita yang tak bisa bersama  oleh sky_script
28 bab Bersambung
Kita yang Tak Bisa Bersama Hujan turun rintik-rintik, menambah kelam suasana malam itu. Bau tanah basah yang biasanya membawa kenyamanan, kini hanya terasa menyesakkan. Angin sepoi-sepoi membawa aroma hujan yang mengingatkan pada momen-momen indah yang kini hanya tinggal kenangan. Di sebuah taman kota, di bawah lampu temaram, mereka duduk berdua. Malam itu, tak ada lagi tawa yang biasa menggema di antara mereka. Tak ada obrolan ringan yang selalu menyatukan hati mereka. Hanya ada kesunyian yang menggantung, berat, seperti awan gelap yang tak kunjung pergi. "Ada yang ingin aku katakan," suara perempuan itu pecah, hampir tenggelam dalam gemuruh hujan yang semakin deras. Laki-laki itu menoleh. Senyum kecil terukir di wajahnya, namun tak lebih dari sekadar kebiasaan. Ia mengira ini hanya perbincangan biasa, seperti dua tahun terakhir yang mereka habiskan bersama. Dua tahun yang dipenuhi kebahagiaan sederhana-tertawa bersama, saling berbagi mimpi, menciptakan dunia kecil di mana mereka merasa aman dari kenyataan. Namun, malam ini, perempuan itu tidak tersenyum. Tatapannya kosong, bibirnya bergetar, dan tangannya menggenggam ujung rok dengan erat, seolah menahan sesuatu yang sangat berat di dadanya. "Aku akan dilamar besok..." ucapnya lirih, suaranya nyaris tenggelam dalam hujan. Dunia laki-laki itu seakan berhenti. Detak jantungnya terasa menghilang, digantikan oleh rasa sesak yang menghimpit dada. Laki-laki itu menatapnya lama, mencoba mengukir setiap detail wajahnya di ingatan, perempuan yang selama ini menjadi bagian dari hidupnya, perempuan yang selalu membuatnya merasa tenang, yang selalu membuatnya merasa rumah.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Rain cover
Dalam Rintik yang Sama cover
Because Of Rain [End] cover
31 Months for You cover
When It Rains cover
PEREMPUAN YANG MENCINTAI HUJAN cover
Kita yang tak bisa bersama  cover
Senja Dan Rindu cover
Di Antara Keheningan  cover
Di Tengah Badai Hujan Tiba cover

Rain

5 bab Lengkap

TAHAP REVISI Maaf untuk membaca cerita ini silahkan follow terlebih dulu karena cerita di private acak. Terima kasih. Selamat membaca [COMPLETED] "Terima kasih karena hadirmu telah membuat hujan tidak berpelangipun menjadi indah untukku" ucap laki-laki yang mampu membuat hatiku menghangat walaupun hanya dengan tatapannya. "Dan terima kasih karena membuat langit mendungpun menjadi satu-satunya yang indah untukku". ** Hujan adalah awal cerita kami dengan perasaan yang tak biasa ini. Teman adalah awal hubungan kami hingga kami bisa saling mengerti. Tidak ada yang tau jelas dengan ini semua baik aku atau pun dia, yang kami tau kami hanya memiliki perasaan yang tak biasa dan ingin terus duduk berdua menatap langit yang menutup harinya dengan warna jingga keemasan. Ini cerita rahasia kami berdua dengan semua masalah yang bermunculan namun menimbulkan percikan kecil yang manis. Selamat membaca Desember 2017