ASYA DAN LUKA

ASYA DAN LUKA

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 6, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue capek sama semua luka ini, gue mau hilang dari muka bumi ini dan bawa anak gue serta semua luka ini..." "Stopp lakuin hal bodoh sya, di sini ada gue yg bisa bikin lu bahagia dan jadi ayah buat anak lo" "Syaa gue jg bisa bahagia in lu syaa, stop lakuin ini ga dengan cara lo bunuh diri bisa selesai masalah lo" "Syaaa stop bertindak bodoh, gue bakal tanggung jawab...."
All Rights Reserved
#940
kasar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Pelangi Setelah Hujan ✖ IDR
  • let me replace it
  • Happiness [End]
  • GARAM ATAU MADU? (END)
  • Bastard's Karma (End)
  • Perjodohan (Zeesha)
  • Meimei Baik {SAD STORY}
  • don't leave daddy CH2 (END)

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines