Rasa yang Tak Punya Rumah (ON GOING)

Rasa yang Tak Punya Rumah (ON GOING)

  • WpView
    Reads 1,206
  • WpVote
    Votes 353
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 28, 2022
"Maaf, gw udah bikin lu kecewa dan udah habisin waktu lu buat nunggu perempuan gila seperti gw." Kalimat ringkas yang keluar dari mulut perempuan itu. Kalimat yang terdengar biasa saja, namun bagi Arga adalah sebuah kekecewaan yang mendalam. Semua rasa dan penantiannya selama ini hanya menjadi omong kosong belaka. Kini semuanya menjadi sebuah kisah sedih diingatannya yang tak pernah hilang. ⸻ Flasback on.... "Gw tau ini terlalu terburu-buru, tapi gw gak bisa nutupin ini lagi," ucap Arga, menggenggam tangan perempuan yg jadi lawan bicaranya. "maaf tapi gw gak bisa balas perasaan lu sekarang..." senyum tipis dari wajah wanita itu, menepis perlahan tangannya. "tapi, tolong kasih gw jawaban, gw gak mau terus-terusan ada diposisi kayak gini." Tatap Arga sendu. "gw pasti akan kasih lu jawaban, tapi gak sekarang..." Arga hanya tersenyum tipis, lalu kembali ke raut wajah semula. Kesedihan jelas terlihat di wajahnya. "Gw cuman gak mau bikin lu kecewa sama jawaban gw sekarang, jadi ada baiknya kalau semua ini gak usah terlalu terburu-buru." Menepuk lembut pundak Arga, mencoba meyakinkan. "......" Arga terdiam, menatap dalam-dalam wajah perempuan yang berdiri di hadapannya. "Gw janji bakal ngasih lu jawaban." "See u..." Perempuan itu membalik tubuhnya, membelakangi Arga. Meninggalkan goresan kaki di hamparan pasir pantai yang mengabur lembut. Arga hanya membisu, bisu dalam keheningan bersama desiran angin dan ombak yang bersahutan. Terlalu naif untuk mengharapkan perasaannya dibalas dengan rasa yang sama. . . . . . . . . Mau tahu kelanjutan ceritanya? Silahkan dibaca... Antara janji, perasaan, dan pengkhianatan. Pilihan sangat sulit pastinya... Jangan lupa vote dan coment yaa Sekalian di follow
All Rights Reserved
#374
cintasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RadenRatih
  • Sudut pandang (felisha)
  • CLOSER
  • Felicity [On Going]
  • Reyhan dan Arsya [Completed]
  • Bersamamu
  • Dusk In Your Eyes
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Sweet Combat

"Emangnya keluarga lo mau nerima lo lagi, hah? Nggak ada yang mau nerima lo lagi, Rat. Jadi, jangan sok deh lo itu. Cuma gue yang mau sama lo." 17+ #1 in general fiction (12/07) #4 in romance LENGKAP! FOLLOW AKUN INI SEBELUM MEMBACA AGAR TIDAK BINGUNG. Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA) Bagi Ratih, dia hanya butuh satu orang saja yang ada untuknya. Begitu pun bagi Raden. Mereka pikir, semua akan baik-baik saja asalkan mereka tetap bersama. Nyatanya, tidak. Apalagi Raden benar-benar mencari uang sendiri, dibuang sang papa, jauh dari sang mama. Emosinya yang masih belum terkontrol. Omongannya yang sering ceplas-ceplos dan menyakiti hati Ratih serta dia yang mudah simpati dengan orang lain yang mempunyai nasib sama seperti dia- menjadikan bumerang bagi dirinya sendiri. [Akan diupdate secepat yang penulis bisa agar cepat tamat] • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines