"Assalamu'alaikum, Ai."
"Wa'alaikum ...," salam ku terhenti setelah ku putar badanku dan mengetahui sosok lelaki di depan ku.
Masih teringat jelas suara salam tadi, sangat menyejukkan.
_Apa ini?_
_Mengapa suaranya begitu tenang?_
Parasnya nyaris sempurna, lebih dari yang ku lihat ketika rapat perpisahan kemarin. Matanya ku tatap, teduhnya mengartikan ia pria baik juga Soleh.
_Ya Allah, inikah makhluk mu?_
"Ai. Hei, Ai!"
Aku tersadar. Ternyata sudah cukup lama aku memandanginya.
"Eh, iya. Wa'alaikumsalam," jawabku sedikit malu sembari membetulkan jilbab juga posisi berdiri ku.
"Ailaa, ya?" tanyanya memastikan.
_Ya Allah, suaranya._
"Hmm, iya. A-aku Ailaa ... kenapa? A-apa ada perlu?" tanyaku sedikit gugup.
"Oh, nggak. Selesein aja dulu, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan sama kamu," jelasnya.
"Tentang apa, yah?" tanyaku sedikit penasaran.
"Nanti aku ceritain, selesein aja dulu. Nanti kabarin, ya. Oke? Assalamualaikum," ucapnya seraya pergi meninggalkan ku.
"Wa'alaikumsalam."
Dia adalah Aruul, laki-laki yang selalu dibanggakan oleh Ninis. Laki-laki yang tidak pernah lelah dia ceritakan padaku dan teman-teman lainnya.
Ku amati setiap langkah kakinya, dia sempurna, tiada kurang suatu apapun. Tutur katanya yang sopan menunjukkan bahwa dia lelaki yang baik, sangat istimewa.
"Astagfirullah, Ilaa. Kamu mikir apa, sih. Dia milik sahabat mu," cicit ku pelan ketika tersadar dari pikiran yang entah menuju ke mana.
Cerita ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki yang berparas tampan dengan kulit putih serta sifat cool nya yang menambah ketampanan nya.ia sedang jatuh cinta kepada seorang wanita dari keluarga sederhana.
mereka berdua mempunyai masa lalu masing masing yang bisa di bilang tidak baik baik saja.
dan suatu hari dia bertemu dengan seorang laki laki yang menurutnya baik dan akan menjadi teman.
tetapi laki laki itu memiliki rasa kepada wanita itu.apakah mereka akan bersama?? ataukah ada hambatan di saat nanti mereka menjalin hubungan??
*kalau penasaran silahkan baca ya
"kok gue jadi deg degan kayak gini sih."gumam Anindya.
"ah gk mungkin gue suka sama dia kan.
emm biarlah waktu yang menentukannya."sambung anindya
ia mengetuk pintu lalu masuk ke dalam.terlihat Syawal masih menutup matanya.
Anindya mendekatinya lalu menarik kursi dan duduk di sebelah Syawal.
dia menatap Syawal dengan teliti.terlihat ada perban di kepala dan di tangan kanannya.
tanpa ia sadari ternyata Syawal sudah sadar dan berpura pura masih belum sadar agar bisa melihat reaksi Anindya.
"kok gue jadi sedih ya kalau liat Lo kayak gini sya.gue ngerasa ada yang lain dari diri gue kalau Deket sama Lo"ucap Anindya.
seketika Syawal membuka matanya lalu bertanya"gak usah sedih gue gk apa apa kok.santai aja"ucap Syawal
gimana gimana penasaran sama kelanjutannya gk Kalau penasaran silahkan mampir ya.....
Jangan lupa vote dan komen ya biar gue semangat bikin ceritanya...
❗Peringatan
-cerita ini murni dari pikiran saya yang muncul dan membuat inspirasi.
#cerita ini adalah cerita kedua saya jadi tolong jangan di jiplak ataupun di copy
@alergi penjiplak jadi penjiplak mohon menjauh!!
@jika kalian mau berhasil belajarlah dari diri sendiri bukan menjiplak orang lain
@foto ini saya ambil dari pin jadi mohon jangan tersinggung.
~teruslah berkarya sampai kau gapai impian mu .
Happy reading ya semoga suka dengan ceritanya....
@hak cipta dilindungi undang-undang