Ailaa dan Aruul

Ailaa dan Aruul

  • WpView
    Reads 335
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 10, 2021
"Assalamu'alaikum, Ai." "Wa'alaikum ...," salam ku terhenti setelah ku putar badanku dan mengetahui sosok lelaki di depan ku. Masih teringat jelas suara salam tadi, sangat menyejukkan. _Apa ini?_ _Mengapa suaranya begitu tenang?_ Parasnya nyaris sempurna, lebih dari yang ku lihat ketika rapat perpisahan kemarin. Matanya ku tatap, teduhnya mengartikan ia pria baik juga Soleh. _Ya Allah, inikah makhluk mu?_ "Ai. Hei, Ai!" Aku tersadar. Ternyata sudah cukup lama aku memandanginya. "Eh, iya. Wa'alaikumsalam," jawabku sedikit malu sembari membetulkan jilbab juga posisi berdiri ku. "Ailaa, ya?" tanyanya memastikan. _Ya Allah, suaranya._ "Hmm, iya. A-aku Ailaa ... kenapa? A-apa ada perlu?" tanyaku sedikit gugup. "Oh, nggak. Selesein aja dulu, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan sama kamu," jelasnya. "Tentang apa, yah?" tanyaku sedikit penasaran. "Nanti aku ceritain, selesein aja dulu. Nanti kabarin, ya. Oke? Assalamualaikum," ucapnya seraya pergi meninggalkan ku. "Wa'alaikumsalam." Dia adalah Aruul, laki-laki yang selalu dibanggakan oleh Ninis. Laki-laki yang tidak pernah lelah dia ceritakan padaku dan teman-teman lainnya. Ku amati setiap langkah kakinya, dia sempurna, tiada kurang suatu apapun. Tutur katanya yang sopan menunjukkan bahwa dia lelaki yang baik, sangat istimewa. "Astagfirullah, Ilaa. Kamu mikir apa, sih. Dia milik sahabat mu," cicit ku pelan ketika tersadar dari pikiran yang entah menuju ke mana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • couple till jannah
  • Shadows of Love
  • My Diary
  • Qiyamah Senja-completed
  • Zauji Zaujati [On Going]
  • Hidupku Bagaikan Sehelai Daun💌
  • Pretty Careless

"Yayah! Mau kan jadi Yayah benelannya Aila?" tanya Aira dengan begitu gemas. Fadhil tersenyum lembut sambil mengusap puncak kepala gadis kecil di gendongannya. "Tanya Bunda kamu, mau apa tidak menikah dengan Yayah kamu ini?" Nayara yang berdiri tak jauh dari dua orang itu menunduk dalam. Ia meremas ujung jilbab panjangnya karena lontaran kalimat dari lelaki yang baru-baru ini hadir dalam kehidupannya dan putrinya. _____ Aira itu seperti matahari, dia bersinar menerangi setiap kegelapan dalam hidup Nayara. Aira telah membawa cahaya yang sedikitnya memberi Nayara alasan untuk kembali menjalani kehidupannya dan mencoba melupakan masa lalunya. Di sisi lainnya, bagi Fadhil kehadiran Aira dalam hidupnya adalah anugerah terindah dari Tuhan. Sebab gadis kecil yang menggemaskan itu telah menuntunnya menuju matahari yang dirinya cari untuk menyempurnakan harinya. Aira adalah perantara yang di kirim Tuhan untuknya agar bisa bertemu seorang perempuan sederhana yang ia yakini akan menjadi penyempurna ibadahnya. _____ "Mas, Aya boleh bertanya sesuatu?" Perempuan dengan balutan mukena itu menatap penuh harap pada sosok lelaki yang kini duduk bersila di hadapannya sambil memegang mushaf Al-Qur'an di tangannya. "Tentu boleh, tidak ada larangan. Jadi istrinya Mas ini mau bertanya apa hm?" Lelaki itu sedikit mencondongkan tubuhnya lebih dekat. Menunggu pertanyaan apa yang akan istrinya tanyakan. "Kenapa Mas sangat suka dengan surah Asy-Syams?" tanya sang istri. Lelaki itu tersenyum lembut sambil menatap lekat mata istrinya. "Asy-Syams yang artinya matahari. Mas senang dengan nama itu, karena nama itu mengingatkan Mas kepada kamu dan Aira. Kalian seperti matahari yang cahayanya telah menyentuh hati Mas. Dan sebagaimana matahari telah menyempurnakan hari. Seperti itulah kamu dan Aira telah menyempurnakan kehidupan Mas." _____ Ayo di baca beberapa part aja dulu. Siapa tahu kamu tersentuh(◠‿◕)

More details
WpActionLinkContent Guidelines