Hai, Aku Pengagum Rahasiamu

Hai, Aku Pengagum Rahasiamu

  • WpView
    Membaca 35
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jun 30, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
Ini tentang masa SMA Adiba Hafshah yang mengagumi seseorang secara diam-diam. Tak pernah Adiba bayangkan sama sekali bahwa ia akan mengagumi kaka kelas nya, Aryan Hafi. Adiba merupakan siswi biasa seperti yang lain nya, berbeda dengan Aryan yang cukup terkenal baik dikalangan murid maupun guru, selain paras nya yang tampan, ia juga merupakan kapten futsal di SMA Merah Putih, dan tentunya membopong banyak piala kejuaraan. Jadi ini lah kisah Adiba Hafshah, dan kaka kelas yang ia kagumi, Aryan Hafi. 💌 Cerita ini berdasarkan pengalaman pribadiku, dengan ditaburi beberapa bagian-bagian tambahan sebagai pelengkap cerita 'Hai, Aku Pengagum Rahasia Mu' Aku menulis cerita ini tanpa sepengetahuan 'Dia yang kumaksud' Aku menulis cerita ini tanpa sepengetahuan Keluargaku Aku menulis cerita ini tanpa sepengetahuan teman-teman sahabat-sahabat ataupun rekan-rekanku, terkecuali salah satu seorang yang sudah menjadi bagian dalam perjalananku selama ini, sahabat terdekatku, sedekat nadi. Untuk Kamu, Seseorang yang ku kagumi, seseorang yang ku maksud dalam ceritaku ini, jika sewaktu-waktu nanti kau tahu bahwa aku lah Pengagum Rahasia Mu, aku harap tidak ada yang berubah dari kita, kamu tetap pada posisimu, dan aku tetap pada tempatku.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#592
secretadmirer
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ABIAN HALA
  • Never Mine [SLOW UPDATE]
  • Love June
  • Untuk Oreo dan Kamu [OG]
  • Sweet Dreams, Sweetheart! [END]
  • Muara Senja (TAMAT)
  • Resiko
  • About You (Tahap Revisi)
  • Memandang Tanpa Memiliki
  • Pengagum Rahasia [ON GOING]

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan