ENIGMA
  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 23, 2021
(JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN NYA, CERITA INI HASIL KARANGAN SAYA MOHON MAAF BILA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH DAN TEMPAT) ___________ Dia menilaiku berbeda ketika yang lain serentak menilaiku nakal. Dia yang bisa melihat sisi lain dari aku, yang selama ini aku sembunyikan mati matian. Dia tidak pandai bicara dan menyusun kata kata indah, tetapi perlakuannya menjelaskan semua yang dia rasakan. _____________ "Terimakasih untuk bersama gue sejauh ini, untuk memperlakukan gue sesabar ini," Jihan menatap Arthur yang berada disampingnya. Arthur tersenyum tulus lalu menatap balik Jihan. "Tentu," Jawabnya singkat. "Padahal gue nakal, gue bar bar dan gue bodoh," Jihan menatap lurus taman dihadapannya. "Lo baik, hanya saja cara lo yang beda," Sudah ku katakan kan dia tidak pandai menyusun kata tetapi apa yang dia ucapkan selalu berhasil membuatku merasa dihargai. Jihan diam menikmati momen sederhana yang membuatnya bahagia. "Kak di deket gue lo senyum mulu, manjur ya terapi senyum dari gue," "Kalo gue cuek nanti lo nangis," Arthur menjawab sarkatik. "Sialan lo ngerusak suasana aja ish." Jihan mendorong tubuh Arthur yang berada disampingnya, sedangkan Arthur tergelak mendapati respon Jihan. ______________
All Rights Reserved
#409
jihan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Melody Arthadiesa
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • FEARLESS || JAYISA
  • AILAH(END)✅
  • Untung Sayang
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Broken melodies
  • Aku Adalah Lukamu
  • ALFAREZI [On Going]

"Lo anak baru mending lo jauh jauh dari gue, jangan pernah deket deket sama gue lagi! nasib gue tuh jadi sial banget setiap kali deket lo" marah Aleo terhadap Melody. --- "Lo semua masuk ke kelas biar gue yang temenin dia" ujar Aleo sembari menoleh ke arah Melody sebentar lalu membuang pandangannya "Jadi, siapa dulu nih yang mau ngomong? Atau mau diem dieman terus sampe pulang sekolah?" tanya Melody memulai pembicaraan "Kalo mau tidur tidur aja" ujar Aleo cuek "Yaudah, tapi lo jangan macem macem sama gue, awas lo" ujar Melody "Lo pikir gue cowo apaan" balas Aleo "Ya kali aja gitu kan nggak tau juga" ujar Melody namun tidak di hiraukan dengan Aleo, Melody pun berbalik membelakangi Aleo yang sedari tadi kaku. "Mau lo apa sih Al, kadang baik kadang dingin banget, susah banget di tebak" monolog Melody dalam hatinya --- "Nah gitu dong, senyum kek.. baru kali ini gue liat lo senyum" ujar Melody memandangi wajah tampan Aleo yang sedang fokus mengobati lukanya "Jangan diliatin terus, ntar lo suka lagi sama gue" balas Aleo yang sadar dirinya di tatap begitu lekat oleh Melody "Hah? S..siapa lagi yang ngeliati tte..terus, gr banget" jawab Melody terbata bata "Awhh pelan pelan dong Al, sakit tau" Melody mengalihkan topik "Iya sory, tadi katanya nggak sakit" usil Aleo

More details
WpActionLinkContent Guidelines