"Tidak ada yang benar benar menetap
yang ada hanyalah kepergian yang tertunda."
Pagi itu yang ku lihat adalah ruangan yang penuh dengan kaca. tangan ku di ikat hingga aku tak mampu bergerak leluasa.
dua orang laki laki datang melakukan cek fisik dan cek tensi. mereka bertanya kepadaku. "gimana kabar ibu? masih ada rasa putus asa dan keinginan bunuh diri."
aku hanya diam kebingungan memperhatikan mereka.
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Aku sadar aku bukan apa apa untuk seorang laki laki sepertimu...
Sejuta kali aku berkata pada diriku
"ini hanya perasaan kagum,tak lebih"
Tapi hatiku berkata lain,,bahkan dia tak sanggup melihatmu bersama wanita lain.