Our Spotless Mind (Bahasa Indonesia)

Our Spotless Mind (Bahasa Indonesia)

  • WpView
    LECTURAS 4,139
  • WpVote
    Votos 67
  • WpPart
    Partes 35
WpMetadataReadConcluida jue, jun 27, 2019
(republish) Jika semua orang berkata bahwa aku kehilangan, mereka salah. Aku tidak kehilangan. Karna setelah ia pergi, tak ada banyak hal yang bisa diperhitungkan dari diriku, tak ada yang bisa dihilangkan. Rasanya lebih seperti diriku tidak pernah ada sejak kematiannya. Satu-satunya hal yang dapat kulakukan selama minggu-minggu pertama adalah menuliskannya email berisi, i love you. Itulah yang dapat kulakukan untuk berhubungan dengannya, atau setidaknya, berpura-pura dapat berbicara.
Todos los derechos reservados
#551
magic
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Hopeless
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • WITHOUT ME [ON GOING]
  • Breathe
  • 02.60 [ 𝐄𝐍𝐃 ]
  • BINA
  • Archetypal [Terbit]
  • BREATHE
  • Tears Of Sincerity [TERBIT ✓]
  • I'm broken [BHS#1]✓
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido