Do you remember your first cup of coffee?

Do you remember your first cup of coffee?

  • WpView
    Odsłon 1,873,990
  • WpVote
    Głosy 170,749
  • WpPart
    Części 57
WpMetadataReadDla dorosłychZakończone sob., kwi 2, 2022
[SELESAI] "Lo ngomong langsung ke dia?" Medhya mengangguk mantap. "Bilang kalau lo suka sama dia?" Ia mengangguk lagi. "Yang lo maksud itu, Ginan Satyatama yang ada dipikiran gue, kan?" Medhya menyerngit. "Memang, ada berapa Ginan Satyatama di kantor kamu?" Gadis itu balik bertanya. "Ya ... satu, sih." Sang teman garuk-garuk kepala. "Maksud gue. Elo ini ..." ia mengangkat telunjuk kearah pelipis, memutar-mutarnya dengan perlahan. "... sinting?" Medhya menggeleng santai. "Aku waras. Seenggaknya, sampai detik ini, masih." Sang teman menghela napas panjang. "Pantesan tiap papasan, dia selalu ngelihat gue kayak ngelihat tai kucing. Ternyata ini semua gara-gara elo." Medhya nyengir. "Terus gimana lagi sekarang?" Adinda bertanya lagi. Ia mendekat pada Medhya yang kini bersandar di kursi ruang tengah kontrakan. "Nyerah?" Medhya langsung menoleh. "Mana mungkin," ujarnya pendek, senyum-senyum. "Dia nggak nolak aku. Kenapa aku harus menyerah?" Betul. Ginan Satyatama tak pernah menolaknya. Saat mendengar pengakuannya, lelaki itu hanya menatapnya datar, lalu mengatakan beberapa kalimat yang tidak mengandung sedikitpun penolakan. Itu artinya, kesempatan Medhya masih terbuka lebar. Masih banyak hari yang tersedia untuk menyatakan kembali perasaannya pada Ginan Satyatama. Jadi, bagaimana bisa Medhya menyerah kalau kisah mereka bahkan belum dimulai sama sekali?
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • [#2] GUNTUR ASKA BUMI
  • GEORGINA
  • ALDINAYA [Sudah Terbit]
  • AL - TA [END]
  • Bayang Keabadian ✔
  • Oh, My Sugarman
  • Secret Behind Marriage (Completed)
  • Soulmate
  • GATARARA
  • Friend Zone ! [END]

Tiada yang rela mengurus Pasha setelah bapak meninggal. Gadis itu terpaksa ikut dengan Winda ke ibu kota. Putus sekolah, mencari pekerjaan dan harus membawa uang ke rumah adalah titah mutlak yang ibu tirinya berikan. Jika tidak, Pasha harus dengan pasrah seluruh tubuhnya di siksa tanpa belas kasihan. Ya, selalu seperti itu. Sampai pada titik menyerah, Pasha hanya ingin satu hal, ia ingin meninggalkan dunia yang kejam, ia ingin mati, mati, dan mati. Tapi sepertinya Tuhan tak mengizinkan hal itu, maha kuasa justru mendatangkan sosok pria yang menolongnya. Rela mengulurkan tangan, menjaga, dan merangkulnya agar tak merasa sendirian. Sekarang, apakah boleh Pasha sebut itu keberuntungan? Rank 1: #semarang [03/05/2024] Rank 1: #perusahaan [07/06/2024] Rank 1: #lover [20/06/2024] Rank 1: #kesayangan [20/06/2024] Rank 1: #crazyrich [20/06/2024] Rank 1: #jakarta [20/06/2024] Rank 1: #bedausia [27/06/2024] Rank 1: #brokenhome [07/07/2024] ©Coretanawang | GAB2024

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści