Sweet Home

Sweet Home

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 3, 2021
Ayah yang tergeletak bersimbah darah menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya dari balik samar kegelapan mencekam, sebagai isyarat menyuruhku diam di tempat persembunyian. Sayangnya tubuh ini tak bisa berhenti bergetar ketika suara deritan yang berasal dari lantai papan dan gesekan benda tajam terdengar mendekat. *** Ketika rumah yang biasanya menjadi tempat beristirahat yang nyaman berakhir menjadi jerit ketakutan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pesan Terakhir
  • WARISAN
  • I Know You
  • Jurnal Sagara
  • Ketika Kita Terjaga
  • kemah Terlarang
  • Tujuh Hari Setelah Ibu Pergi [SEGERA DIFILMKAN]
  • KAMAR 3 √ [ Completed ]
  • Rumah Biasa : Akhir Datang Lebih Awal
  • kisah horor: teror jam 12 malam

[COMPLETED] Bagaimana perasaanmu, jika seorang teman lama memberi pesan padamu? Pasti kamu akan merasa senang sekali, bukan? Namun, bagaimana jika teman lama itu memberi pesan dengan cara yang berbeda? Apakah kamu akan tetap merasa, senang? Lalu, bagaimana caramu menjelaskan mengenai pesan tersebut terhadap orang-orang yang ada di sekitarmu? Akankah, kamu mengatakannya dengan jujur? Ini adalah kisah tentang aku yang menerima pesan dari teman lama, dengan cara yang tak biasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines