Mantan Gebetan

Mantan Gebetan

  • WpView
    LECTURES 121
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., juil. 3, 2021
Sepenggal kisah tentangku, tentangmu dan kisah kita yang sedikit menyedihkan. Namun, setelah sekian lama aku berusaha berjalan jauh meninggalkanmu, mengapa takdir kembali mempertemukan kita? Inilah... . . .. Notifikasi dari Facebook yang menunjukkan kenangan 3 tahun lalu. Dua orang dalam foto itu terlihat bahagia. Yang satu melihat ke arah kamera sambil tersenyum bahagia. Yang satunya lagi melihat ke arah pemegang kamera yang sedang berpose dengan tatapan yang―mungkin―aku salah artikan waktu itu. Aku ingat. Itu adalah foto pertama kami. Saat itu, kami sedang berada di konser musik tahunan yang diadakan di salah satu mall terbesar di kota tempat kami menimba ilmu. "Dik, liat sini !" ajakku pada pria disampingku untuk menghadap kamera handphone yang ku pegang. "Ih kok kamu malah liat aku sih. Senyum ke kamera !" protesku setelah melihat hasil foto kami. Karena dia malah melihat ke arahku sambil tersenyum. Sangat manis. "Gamau.. Abis kamu kaya magnet. Menarik perhatianku."ucapnya seraya mencubit pipiku sambil terkekeh. Aku merasakan panas di pipiku. Entah karena cubitannya atau karena ucapannya. Astaga, receh sekali gombalannya. Tapi yang paling receh adalah aku yang merona mendengar gombalan receh itu. Bagaimana tidak. Dia yang terkenal dengan sikapnya yang cool. Sekarang tanpa malu mengucapkan hal-hal diluar ekspektasiku. Dan mungkin orang-orang, jika mengetahuinya. Aku mencubit pinggangnya. "Gembel." "Gombal kali neng." Lalu kami tertawa bersama. Entahlah, hanya Tuhan yang tahu bagaimana bahagianya kami saat itu. Kami ? mungkin hanya aku yang merasakan. Haha, dasar menyedihkan!
Tous Droits Réservés
#350
gebetan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Sudut pandang (felisha)
  • Twins Yang Terpisahkan
  • JEDA CERITA KITA
  • FALLING IN LOVE
  • Bukan Sekedar Teman Sebangku
  • Side Effect: The Dilemma (END)
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • TENTANG SEPASANG
  • Arsyilazka

"Hey!!! Kamu si anak baru!! Sini !" Panggil salah satu pemain basket sekaligus ketua tim "Maaf kak, aku masih belajar" Hanya itu yang dapat ku sampaikan " Ganti aja deh, kamu gak layak jadi pemandu sorak tim basket kami" jawabnya dengan lantang sambil bergerak menuju pintu koridor ujung " Huffffffffff, ngeselin banget tu orang" sambil mengacak acak rambut . . "jangan bawa barang yang berat begini" sambil mengambil alih papan-papan itu "makasih kak" jawabku "tanganmu gapapakan ??" " nggak , nggak apa apa kok kak" ujarku agar dia tidak panik "ya udah aku bawa ini dulu ke lapangan" Diapun melangkah pergi menuju lapangan, goresan senyumku seketika muncul di ujung bibir mungilku. . . "Brakk !!" Tamparan melesat ke pipiku " Maaffin akuuu! tapi yang kamu lihat salah, aku bisa jelasin" jawabku terbatah-batah sambil menahan air mataku yang ingin keluar " Loh itu cewek murahan" pukulan tangannya hampir sekali lagi mengenai ke wajahku , tapi dihalang oleh si dingin. " APaa urusan lohh !! Loh gak berhak ya ikut campur masalah kami" Bentaknya sambil tersenyum sinis ia berkata " Cowok kok gampar cewek !? yakin situ cowok HAH !!??" Kalimat itu membuatnya geram dan pergi meninggalkan kami. . . Haiiii teman-teman jadi ini karya pertamaku dan asli hasil karanganku sendiri hehehehe ☺ Minta supportnya ya teman- teman dengan bantu vote di setiap chapter dan komen biar bisa jadi bahan referensi 🌈🙏 ••• Rank- rank yang pernah di capai dapat dilihat di bab "update rank" ☺️ Selamat membaca, Enjoyyy !✨ (Rabu, Sabtu 💕) <3 hysunshinee

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu