Midnight Rain [ON GOING]

Midnight Rain [ON GOING]

  • WpView
    Reads 252
  • WpVote
    Votes 79
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 1, 2021
Kehilangan sosok paling berarti dalam hidupnya membuat hati Violetta tersayat setiap detik. Ia merindukan Biru yang memberikan kehangatan di setiap pelukan, Ia merindukan Biru yang membalut setiap luka dengan lembut, Ia merindukan Biru yang menjadi warna terindah dalam hidupnya. Violetta berlari tanpa arah, bertanya kepada langit dan laut yang selalu menjadi saksi bisu hubungan mereka. Ia menginginkan calon suaminya kembali, dan untuk itu, Violetta harus mencari tanpa henti. "Biruku hilang, laut. Boleh kucuri birumu?" __________ Short story written By: @Daesynbriella Start: 6-07-2021 End: - Dilarang plagiat/mencuri ide cerita ini. Plagiator akan ditindak lanjut 😾
All Rights Reserved
#827
tragis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐏𝐀𝐃𝐌𝐀 - [𝑻𝒉𝒆 𝑾𝒉𝒊𝒕𝒆 𝑳𝒐𝒕𝒖𝒔] ✓
  • Biarkan laut dan langit yang bercerita - TAMAT ✔️
  • Gus Zayn : Langit Biru di Yogyakarta
  • Made With Love ㅱ Taekook (✓)
  • Rainy Blue
  • DEAR LAURA (ON GOING)
  • Sea (n) Sky [End✅]
  • Pulang Sebagian | COMPLETE✔️
  • Lentera Biru [END]

Biru awalnya tidak pernah merasa nama yang diberikan oleh kedua orang tuanya itu aneh. Lagipula, nama adalah bagian dari anugerah dan manifestasi doa. Daripada tidak memiliki identitas, alangkah sedihnya. Biru juga tidak pernah merasa begitu terintimidasi sepanjang sembilan belas tahun hidup di dunia sampai ia harus mengetahui fakta bahwa ada Biru lain yang juga hidup dan bernapas di sekitarnya. Biru yang dingin, tidak tersentuh, dan memiliki tatapan kelam segelap laut kala malam. Biru yang tidak pernah ia sangka akan menjadi klimaks dalam kisahnya. "Kok, nama Kakak sama kaya aku sih? Orang tua kakak gak kreatif banget ngasih nama." Biru menatap jengkel. Ditatapnya laki-laki yang kerap minim ekspresi tersebut. "Saya gak punya orang tua!" Sang lawan bicara berdesis seraya memejamkan matanya sesaat. "Lagipula saya tidak meniru siapapun dan saya jauh lebih tua daripada kamu, Padma." Itu benar, hanya orang ini yang memanggilnya dengan nama belakang. ©KaktusKelabu 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines