We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Posesif-nim | JENO KARINA

Posesif-nim | JENO KARINA

  • WpView
    Reads 217,344
  • WpVote
    Votes 10,443
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jul 20, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Pagi-pagi Karina dikejutkan dengan seorang pria gagah, tampan, elegan, terkenal dan kaya tengah bersender didinding sebelah pintu luar kosan Karina. "Loh pak Jeno ngapain kesini?" "mau ngajak kamu nikah" "H-hah?!" - Karina Yoo, seorang administran berusia 22 tahun yang harus bekerja lembur setiap saat untuk menghidupi keluarganya yang miskin. Karina pikir setelah berpacaran dengan Jeno si direktur perusahaan ternama, kehidupannya akan berubah menjadi menyenangkan. Namun setelah bersama dengan Jeno, Karina bertanya-tanya, "jadi yang menyenangkan yang mananya?" "setelah nikah nanti pak Jeno nggak bakal menyesal tau latar belakangku kan?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When Hearts Collide
  • THE AGENT [jenrina]
  • Why Me? (NoMinGS) END
  • BECAUSE NOONA
  • Meet Again .
  • It's Always Been You✔️
  • Perfect Boyfriend • [Jeno] ✔
  • Somebody || JenRina

Sebagai salah satu staf paling teliti dan andal di Luminous Jewelry, anak perusahaan terkemuka dari The Gold Diamond Group. Kanina selalu menjalankan tugasnya tanpa cela. Kariernya stabil, hidupnya tenang, dan yang terpenting: dia jauh dari segala bentuk drama romansa kantor yang memusingkan. At least, that's what she thought. Semua berubah ketika ia melenggang memasuki ruangan tertinggi di kantor, ruangan milik Arzeno Kaivandra Yudistira. Sang Presiden Direktur. CEO muda penuh kharisma, tampan, dan... notoriously single. Sosok yang selalu menjadi perbincangan hangat di setiap sudut kantor, dan diam-diam, sumber kekacauan emosional bagi banyak wanita di Luminous. Tapi hari itu, Zeno-begitu semua orang memanggilnya-tidak memanggil Kanina untuk urusan pekerjaan. Kalimat yang keluar dari mulut pria itu sukses menghentikan denyut waktu. "Besok malam saya akan datang ke rumah kamu... untuk melamar." It was not a question. It was a declaration. Dan seketika, hidup Kanina yang tenang berubah menjadi medan tabrakan dua hati, penuh rahasia masa lalu, konflik internal, dan perasaan-perasaan yang terlalu sulit untuk diabaikan. Sebab cinta kadang datang... bukan dengan pertanyaan. Tapi dengan keputusan.*

More details
WpActionLinkContent Guidelines