Tak Seiring (Slow update)

Tak Seiring (Slow update)

  • WpView
    Reads 6,564
  • WpVote
    Votes 1,013
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 13, 2021
Apa harus hilang dahulu lalu rasa mulai muncul? Dia sendiri. Tanpa genggaman tangan siapapun lagi. Membenci seluruh dunia yang tak menemaninya ketika malam. Namun, dia pemuda yang kuat. Dia tak suka balas dendam. Dia lebih suka memendam. Lalu gadis itu datang. Bersama beberapa orang baik lainnya. Yang tiba tiba membuat ia terangkat naik lagi, merasakan kebebasan lebih jauh, yang belum pernah ia ketahui. Bila dunia masih ada yang mencintainya, atau... takdir yang membencinya.
All Rights Reserved
#10
rickyun1ty
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • Fatum | Komplit✓
  • UN1TY|| So Bad (END)
  • Sayap Pelindung [SELESAI]
  • i. Insouciance - UN1TY [✔]
  • MAULANA FAJRI || TERBIT
  • Lauhul Mahfudz✓
  • HE'S FENLY | UN1TY
  • From Shandy (Completed)
  • FATUM || END

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines