SAVGA
  • WpView
    LECTURAS 83
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, sep 16, 2022
Siapa sih yang kepengen bersama karena sebuah accident? Gak ada, begitupun dengan savga. Savga tidak pernah menginginkan ini terjadi dalam hidupnya tetapi ia juga tidak pernah menyalahkan takdir yang tuhan kasih untuknya. "Savga suka ziva gak?"tanya seorang cewek berkacamata yang memakai jepit warna merah dirambutnya. "Gak"jawab savga. "Yaudah ziva aja yang suka savga gimana?"tanya ziva kembali. "Terserah lo itu hak lo bukan hak gue"ketus savga tanpa melirik ziva. "Savga jangan galak-galak nanti ziva usir savga dari sini mau?"ancam ziva dengan raut muka kesal,bukannya seram tapi malah terlihat lucu dimata savga. "Yang ada lo gue usir dari sini bukan gue"saut savga melangkah pergi meninggalkan ziva yang kebingungan.
Todos los derechos reservados
#946
nikahmuda
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Crazy Marriage
  • My Little Wife [END/COMPLETE]
  • Pregnant Because Accident [COMPLETED]
  • Sakura✔️
  • Innocent Husband
  • Apartemen Kita {COMPLETED}
  • with Friend (END)
  • ARA' S[completed!]
  • bad boy and bad girl

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido