Antalogi IL Gen1 (Terbit)

Antalogi IL Gen1 (Terbit)

  • WpView
    LECTURAS 140
  • WpVote
    Votos 77
  • WpPart
    Partes 18
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jun 30, 2021
Apa yang datang, suatu saat akan pergi. Ada kebahagiaan, suatu saat nanti akan datang kesedihan. Sebuah kata yang memiliki makna tersirat didalamnya, yang harus diterima dengan lapang dada menyambut akan kehadiran. 'Perpisahan' itulah yang akan terjadi nanti, meski kita tak menginginkannya. Akan tetapi, jika tak ada perpisahan. Disana kita tak akan pernah bisa menghargai waktu, dan pertemuan. Ada matahari ada bulan, ada pula langit dan tata surya. Sama halnya dengan jumpa, di sana akan bertemu dengan sebuah kata pisah. Yang awalnya bahagia, pada akhirnya akan ada air mata. 'Untukku, kamu, dan kita' #Antalogi # Komunitas # 20 Penulis
Todos los derechos reservados
#182
kebahagian
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Tiga Belas Misi ✔️
  • Kehilangan Untuk Pertemuan [END]
  • Cinta Pertama Rembulan
  • langit biru
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Senja dan Langit
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • REDUP
  • Bulan [End]
  • Memories in Moon

"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido