RAIN

RAIN

  • WpView
    Reads 656
  • WpVote
    Votes 171
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 25, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Kepala Rain terangkat menatap Semesta, "nama gue Rain bukan hujan" ucap Rain yang tak suka di panggil hujan oleh oknum didepannya. "Lah gue salah? Rain kan artinya hujan," jawab Semesta terkekeh "Tapi gue ga suka di panggil hujan" lagi Rain menatap oknum didepannya dengan kesal dan mata agak melotot. "Iya deh iya, gue ga panggil hujan lagi, tapi..." jeda Semesta "ga janji ya Jan" lanjutkan terkekeh, tersenyum manis ke arah objek datar. "Iya iya ngeri banget sih tatapannya, senyum dong, gini nih gue contohin" Semesta dengan tersenyum sampai matanya hilang.
All Rights Reserved
#316
janji
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Girlfriend In Arms
  • SEMESTA ✔
  • DIFFERENT ✔️
  • PETRICHOR [Lengkap]
  • Senja Setelah Hujan Desember
  • The Fifth Taste
  • Lutte | Jung Jaehyun [End]
  • Aku Dan Dimensi Hujan
  • SEMESTA

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines