RAIN

RAIN

  • WpView
    Reads 655
  • WpVote
    Votes 171
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 25, 2021
Kepala Rain terangkat menatap Semesta, "nama gue Rain bukan hujan" ucap Rain yang tak suka di panggil hujan oleh oknum didepannya. "Lah gue salah? Rain kan artinya hujan," jawab Semesta terkekeh "Tapi gue ga suka di panggil hujan" lagi Rain menatap oknum didepannya dengan kesal dan mata agak melotot. "Iya deh iya, gue ga panggil hujan lagi, tapi..." jeda Semesta "ga janji ya Jan" lanjutkan terkekeh, tersenyum manis ke arah objek datar. "Iya iya ngeri banget sih tatapannya, senyum dong, gini nih gue contohin" Semesta dengan tersenyum sampai matanya hilang.
All Rights Reserved
#287
janji
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Fifth Taste
  • Girlfriend In Arms
  • Senja Setelah Hujan Desember
  • Lutte | Jung Jaehyun [End]
  • SEMESTA
  • PETRICHOR [Lengkap]
  • Rain-A
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Pelangi Setelah Hujan
  • rain untuk senja

Hidup Rea dibagi dua: yang disembunyikan, dan yang dirindukan. Ia tumbuh di bawah cahaya lampu sorot - tapi bukan miliknya. Namanya sering disebut, tapi hanya sebagai bayangan: "Adiknya Damar." Tak ada yang benar-benar melihat Rea. Yang mendekat hanya ingin meminjam kunci masuk ke dunia sang bintang. Maka Rea memilih mundur. Menjadi samar. Sebagai Reinelicious, ia bersinar tanpa nama, tanpa wajah. Tapi di balik tiap irisan bawang dan bisikan resep, ada luka masa kecil yang belum reda. Kini ia mencoba hidup sebagai mahasiswi biasa - menyembunyikan silau dengan kemeja kotak dan kacamata besar. Namun dunia tak sesederhana itu. Ada Damar, kakak yang ia sayangi dan benci sekaligus. Ada Gilang, lelaki diam yang selalu hadir... dan entah sejak kapan jadi rumah. Ini bukan kisah cinta dalam tempo cepat. Ini kisah mereka yang pernah tenggelam, mencoba berenang ke permukaan - lewat masakan yang menghangatkan, lewat nyanyian yang menjerit, lewat luka-luka yang tak ingin ditambal, tapi dipeluk perlahan hingga terasa ringan. Meski tak sepenuhnya hilang. Disclaimer: Semua tokoh, tempat, dan adegan dalam novel ini adalah fiksi. Kesamaan dengan nama, peristiwa, atau individu nyata adalah kebetulan semata. Penyebutan merek, lokasi, event budaya, dan figur publik adalah bagian dari unsur naratif - tanpa afiliasi atau klaim keterlibatan resmi. Resep dalam cerita ini adalah bagian dari dunia Rea, bukan rujukan teknis memasak. 💛

More details
WpActionLinkContent Guidelines