We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bulan, Bintang, Bumi

Bulan, Bintang, Bumi

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 7, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Jangan lupa follow sebelum baca ya vote, comment, and share ke temen-temen kalian biar cerita ini banyak yang baca... Bukan tentang cerita cinta segitiga. Ini adalah cerita tentang tiga orang kakak beradik yang tidak mendapat keadilan oleh ayah mereka sendiri. Bagaimana jika ayah kalian yang awalnya selalu mengutamakan kalian, sekarang berubah karna kehadiran seseorang? "Kenapa kakak ga bilang kalo mama udah ga ada? Kenapa kakak nutupi ini semua dari aku sama bang Bumi? Hiks... kakak jahat, kakak jahat." Histeris Bulan saat mengetahui fakta yang sangat tidak ingin ia dengar. "Kenapa lo sembunyiin ini semua Bin? Apa dari awal lo tau semua tentang mama? Tapi kenapa lo ga bilang semuanya Bin? Kenapa?" kacau, Bumi sedang kacau saat ini. Kenapa Bintang tega merahasiakan semua ini darinya. "Maafin gue bang. G-gue bakal jelasin semuanya bang, maafin gue." Bintang beringsut kelantai saat kedua saudaranya meninggalkannya sendirian dikamarnya. "Lo itu cuman anak tiri, jadi seharusnya lo tau diri. Inget gue bisa lakuin semua yang gue mau." Tuding Bintang pada adik tirinya. Amarah Bintang memuncak tat kala ia melihat Bulan di marahi habis habisan oleh papanya hanya karna masalah kecil. "Jaga ucapan kamu itu Bintang. Dia juga saudara kamu." Bentak papanya, Tn. Roberth. "Berhenti bilang kalo dia saudara gue. Gue cuman punya satu saudara perempuan dan satu saudara laki laki. Dan dia bukan saudara gue, SAMPAI KAPANPUN ITU." Ujar Bintang dengan menekan tiga kata terakhir kalimatnya. ©lindasyagita
All Rights Reserved
#139
watty
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • GALASKA [RE-UPLOUD]
  • Diary [COMPLETED]
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • D'amore (End)
  • RAGARA [ on going ]
  • GAVIZTRA
  • SAMUDERA
  • Cakra's Last Embrace. | End |

Apa ini plagiat karya kalian I don't think so!! Ingat ya ini cuma karangan fiksi, jika kesamaan tempat dan alur cerita, mohon maaf saya tidak maksud meniru (15+) Hai tems, yuk pahami sekilas sebelum baca Tiap partnya sedang-sedang saja, cerita gak sepanjang itu dan gak sesingkat itu, normal-normal aja, menurut saya!!ಥ⌣ಥ(」゚ロ゚)」 SINOPSIS ★★★ Hidup di rantau hanya dengan seorang sepupu, bahkan sama-sama perempuan. Nama kakak sepupu Gua Yuni. Selain Kak Yuni, Gua juga punya sosok kakak yang ganteng alias kakak jadi-jadian selama di rantau, kerap disapa Kak Ari. Kak Ari sangat freindly menurut Gua, kadang kita musuhan kadang kita saling sayang kadang kita saling jahil. "Ini oleh-olehnya kok banyak amat Kak? Kak Ari ke pasar kuliner apa daki gunung nih?" "Banyak tanya kamu Gey." suara Kak Yuni tiba-tiba dari belakang bikin Gua ngelus dada. "Ih Kak Yuni, bikin jantungan mulu ya hari ini. Tiba-tiba teriak-teriak sekarang tiba-tiba muncul." ujar Gua masih kaget. ★★★ Meski di rantau Gua punya sahabat, Gua bukan tipe orang yang freindly, lumayan sukar berteman. "Berasa kuli Gua." teriak Gua pada Fagrel yang sedang mengangkut bambu tiga kali lipat dari Gua. "Biar berotot Lo." balasnya senyum-senyum. ★★★ Dalam cerita ini banyaknya kisah Gua di sekolah, ada kasus masa lalu yang gak Gua duga-duga bisa timbul lagi. "Omorfia." panggil wanita itu lembut. "Apa? Anda tidak pantas menyebut nama itu." amuk Gua menggebu-gebu. "Omor! Jaga bicara kamu! Dia Mama Kamu!" ★★★ Kata orang percuma lari dari masa lalu, mau lari kemana aja gak bakal bisa, karena dunia itu sempit, dimana ada manusia disitu ada masalah dan masalah gak bisa dihindari bukan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines