A (C)NURSE

A (C)NURSE

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 3, 2021
Jika menjadi orang yang terlalu peka pada akhirnya akan merugikan diri. Jika terlalu peduli membuat harus mengorbankan diri Jika mengemban tugas mulia menuntut menjadi orang seperti itu. Akankah hidup terasa mudah dijalani? Alayna adalah gadis yang memiliki sensitivitas tinggi, mau tak mau harus menjalani hidup dengan selalu memedulikan orang lain sebelum dirinya. Kepribadian Alayna yang terlalu berempati pada orang lain tak jarang membuatnya kewalahan. "Menjadi seorang empath tak selamanya berdampak baik" itu asumsi Alayna setelah ia mengemban tugas mulia selama lima tahun sebagai perawat. Kehidupan yang ia rasa baik-baik saja, ternyata menyimpan bom yang siap meledak kapan saja. Saat itulah, Edo perlahan menyelusup ke dalam kehidupan Alayna, menawarkan sebuah rasa, mencoba menyadarkan Alayna bahwa ia juga berhak merasakan empati. Akankah rasa yang Edo tawarkan dapat diterima Alayna? Akankah kehidupan Alayna berubah setelah ada campur tangan Edo di dalamnya?
All Rights Reserved
#81
innerchild
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puing luka
  • Alena Zealinne Artharendra
  • ALANA [REVISI]
  • Changes a Lot
  • antara janji dan kenyataan : janji yg menyakitkan
  • Alshana
  • Maroon in Your Sky
  • Tentang Waktu (on going)
  • Bukan wanita biasa (TAMAT)

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines